BKSDA Lepasliarkan Seekor Kucing Kuwuk ke Cagar Alam Rimbo Panti

Satwa liar yang dilindungi Kucing Kuwuk sebelum dilepaskan ke Cagar Alam Rimbo Panti di Kabupaten Pasaman
Satwa liar yang dilindungi Kucing Kuwuk sebelum dilepaskan ke Cagar Alam Rimbo Panti di Kabupaten Pasaman (BKSDA Sumbar)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) melepasliarkan seekor kucing hutan yang merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi.

Hewan bernama ilmiah Prionailurus Bengalensis ini dilepaskan pada Sabtu (22/5) sore ke Cagar Alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman. Hewan tersebut sebelumnya ditemukan oleh warga.

baca juga: 27 Kilogram Ganja Dimusnahkan di Halaman Kantor Bupati Pasaman Barat

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Ade Putra mengatakan hewan tersebut ditemukan pertama kali oleh warga Nagari Pauh, Kecamatan Pasaman bernama Nurrafi Waitul Rakhman.

"Hewan ini sempat dirawat, namun mengingat satwa itu termasuk jenis satwa liar yang dilindungi, maka dilaporkan dihari ditemukan ke kami," katanya pada KLIKPOSITIF , Minggu (23/5/2021) malam.

baca juga: DPD PAN Pasbar Kini Dipimpin Hamsuardi? Baharuddin : Harus Taat pada Putusan Pimpinan Pusat

Ia menerangkan satwa langka tersebut ditemukan pada Sabtu (22/5) pagi tidak jauh dari rumah Nurrafi Waitul Rakhman dan selanjutnya sempat merawat beberapa waktu.

Kemudian pihaknya mengevakuasi dan melakukan observasi. Kondisi satwa dalam keadaan sehat, tidak terdapat luka atau cacat dan masih bersifat liar yang kuat.

baca juga: Ada Sembilan Titik Warisan Geologi di Pasbar yang Diakui Pemerintah Pusat, Ini Daftarnya

"Kemaren telah kita lepaskan ke Cagar Alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman. Kucing hutan atau kucing kuwuk ini telah berusia dewasa," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Ade, kucing kuwuk adalah kucing liar kecil Asia Selatan dan Timur. Kucing ini berukuran seperti kucing domestik, lebih ramping dengan kaki panjang dan selaput yang jelas antara jari kaki.

baca juga: Puluhan Warga Binaan di Lapas Kelas III Talu Pasbar Disuntik Vaksin

Kepala nya kecil dan ditandai dengan dua garis-garis gelap menonjol, moncong putih yang pendek dan sempit. Kucing ini terdistribusi secara luas dan memiliki species sebanyak 12 yang berbeda penampilan.

"Kucing ini juga terancam hilangnya habitat dan perburuan dibeberapa bagian persebaran. Sejak tahun 2002 telah terdaftar dalam spesies risiko rendah oleh IUCN," jelasnya.

"Sedangkan di Indonesia jenis kucing ini dilindungi berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun1990 tentang KSDAHE dan peraturan Menteri LHK Nomor P.106 Tahun 2018," sambung Ade mengakhiri.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera