Cegah Penyebaran Rabies, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan-PORBBI Sumbar Jalin Kerjasama

Ketua PORBBI Sumbar Verry Mulyadi (tengah) saat menghadiri Komunikasi Informasi dan Edukasi Bahaya Penyakit Rabies Sebagai Penyakit
Ketua PORBBI Sumbar Verry Mulyadi (tengah) saat menghadiri Komunikasi Informasi dan Edukasi Bahaya Penyakit Rabies Sebagai Penyakit \"Zoonosis\" yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar. (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ketersediaan vaksin untuk hewan penular rabies di Sumbar kini sangat terbatas, karena anggaran harus terfokus untuk penanganan Covid-19. Edukasi dan bahaya penyakit menular itu, perlu keterlibatan semua pihak.

Untuk itu, Perkumpulan Olahraga Berburu Babi (PORBBI) Provinsi Sumbar berkomitmen dan ikut andil dalam kegiatan pencegahan, dengan mengajak para pemburu untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing pemburu mereka.

baca juga: Dies Natalis Fakultas Peternakan Unand ke 58, IKA Faterna Gulirkan Program BERSERI

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar Zed Abbas pun mengapresiasi langkah PORBBI Sumbar yang berkomitmen dalam mendukung program vaksinasi terhadap anjing pemburu.

Apalagi, kata Zed melanjutkan, dalam 1 tahun ada sekitar 25 ribu ekor anjing pemburu yang masuk Sumbar . Dalam aturannya, hewan untuk berburu yang masuk ke Sumbar itu harus divaksin, supaya tidak menjadi Hewan Penular Rabies (HPR).

baca juga: Peringati Hari Santri, Ini Harapan Pimpinan Pondok MTI Ashabul Kahfi di Pessel Pada Umat

"Jadi, kami sangat apresiasi komitmen PORBBI," kata Zed saat pertemuan Komunikasi Informasi dan Edukasi Bahaya Penyakit Rabies Sebagai Penyakit "Zoonosis" yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar , Selasa (25/5/2021).

Bertempat di BPP Bukit Sundi, Muaropaneh, Kabupaten Solok, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Ketua PORBBI Sumbar Verry Mulyadi, dan sejumlah pengurus PORBBI Sumbar , Bermansyah dan Arky Fajrin. Kemudian, juga hadir Kepala Sesi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Supriyadi.

baca juga: Diskominfo Padang Beri Pelatihan Singkat Kepada KIM

Lebih lanjut Zed menyampaikan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pada 2021 ini hanya mendapat jatah kuota 10 ribu vaksin. Kuoto ini menurun drastis dibandingkan tahun 2020, yaitu sebanyak 40 ribu vaksin.

Untuk menyiasati penanggulangan keterbatasan vaksin, pihaknya terus memperbanyak edukasi dan sosialisasi ke masyarakat dan para pemburu. Salah satunya, adalah melalui pertemuan Komunikasi Informasi dan Edukasi Bahaya Penyakit Rabies Sebagai Penyakit "Zoonosis" ini.

baca juga: Petugas Lapas Pariaman Amankan 124 Paket Ganja dan 0,24 Kg dari 3 Napi

"Kami berterimakasih kepada PORBBI Sumbar , karena mereka membuka tangan sangat lebar dan ikut berkomitmen membantu kami mengedukasi dan melakukan pencegahan penyakit rabies tersebut," ujarnya.

Zed menyebut, PORBBI Sumbar adalah organisasi yang kuat di masyarakat. Untuk itu, perlu peran PORBBI dalam mencegah penularan penyakit rabies di tengah masyarakat itu sendiri, karena penularan rabies bisa dari anjing-anjing yang tidak terurus atau dilepas liar.

"Disinilah peran Porbbi sangat dibutuhkan, karena langsung melakat ke para pemburu dan masyarakat. Ke depan, kami berharap kerjasama dengan PORBBI Sumbar ini dapat terus berlanjut. Karena memang selama ini, komunikasi memang kurang terjalin," tuturnya.

"Alhamdulillah, sekarang ini dengan komunikasi dan koordinasi yang kembali kami jalin, maka akan bisa menyukseskan program kerja, terutama dalam pengentasan penyakit rabies ," tambah Zed.

Sementara itu, Ketua PORBBI Sumbar Verry Mulyadi mengatakan, PORBBI sangat berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam pencegahan penyebaran rabies .

Salah satunya adalah, menyeleksi hewan berburu dengam cara memilih hewat sehat yang didatangkan dari luar Sumbar . Selain itu, para pemburu juga dianjurkan untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing pemburunya.

"Jadi, bisa dikatakan anjing pemburu yang digunakan sudah dicek kesehatan dan divaksin. Ini salah satu bentuk kepedulian kami agar anjing pemburu tidak jadi HPR," katanya.

Verry menambahkan, edukasi juga akan terus dilakukan pihaknya hinga ke tingkat daerah. Karena sudah seharusnya PORBBI Sumbar berperan dalam pencegahan rabies . "Kami pengurus PORBBI Sumbar , akan ikut andil dalam memberantas penyakit rabies di Sumbar ," tegasnya.

Menurut Verry, dengan adanya kerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, maka untuk ke depannya PORBBI Sumbar bakal menjalankan program vaksinasi pencegahan rabies terhadap anjing yang masuk ke Sumbar .

Jika hal ini tidak dilakukan, maka dengan banyaknya anjing yang masuk ke Sumbar lebih kurang 250 ekor per bulan, maka dikhawatirkan dapat menyebabkan berjangkitnya rabies di Sumbar , meskipun hewan yang masuk ke Sumbar itu sudah mengantongi surat vaksin.

"Vaksin yang diberikan kepada anjing yang datang dari luar Sumbar belum menjamin, meskipun ada surat vaksinnya. Bisa jadi surat vaksinnya ada, tapi hewanya tidak pernah divaksin sama sekali," ujar Exco PSSI 2016-2020 ini.

Untuk itu, tambahnya, sebagai pengurus PORBBI Sumbar , dirinya siap untuk mendukung menyosialisasikan vaksinasi ternak dan menyeleksi anjing pemburu yang masuk ke Sumbar , sehingga betul-betul sehat dan tidak terjangkit rabies . "Jadi sudah saatnya kami PORBBI Sumbar terus bergandengan dengan pemerintah daerah," katanya.

Sementara itu, Kepala Sesi Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Supriyadi juga mengapresiasi komitmen dan dukungan PORBBI Sumbar dalam pencegahan penyakit rabies .

Ia menyebut, Solok termasuk tinggi kasus rabies di Sumbar . Ada 1 atau 2 kasus per tahunnya. Bahkan tahun lalu ada warga meninggal karena rabies . "Jadi pencegahan dan edukasi perlu dilakukan secara bersama-sama," pungkasnya.(*)

Editor: Riki