Kuasa Hukum Munarman Ungkap Kondisi Kliennya di Rutan Polda Metro Jaya

eks pentolan FPI Munarman
eks pentolan FPI Munarman (Net)

KLIKPOSITIF - Kuasa hukum eks pentolan FPI Munarman membantah kalau kliennya kekinian dikabarkan lumpuh dalam Rutan Polda Metro Jaya. Munarman disebut selama di Rutan mendapatkan perhatian dari penyidik hingga pihak Densus 88 .

"Kondisi kesehatan abang kita, saudara kita Munarman, juga alhamdulillah sangat diperhatikan penyidik kepolisian dan Densus 88 alhamdulillah," kata salah satu kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar saat dihubungi, Selasa (1/6/2021).

baca juga: Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual Bagi Pelaku Industri

Selain itu, Aziz mengatakan, kondisi Munarman juga sudah dikonfirmasi langsung oleh salah satu tim pengacara. Hasilnya, Munarman kekinian disebut masih baik-baik saja.

"Kondisinya sehat baik-baik saja terkahir kondisi dilaporkan tadi oleh tim anggota (kuasa hukum ) Ann Noor Qumar," tuturnya.

baca juga: Kapal Bantu Rumah Sakit Senilai Ratusan Miliar Rupiah Segera Dioperasikan

Kabar miring terkait kondisi Munarman sempat dibagikan oleh akun Twitter @m1n4_ 95. Dia mengunggah sebuah tangkapan layar bertuliskan pesan.

"BREAKING NEWS!!! Bang Munarman terlupakan oleh kita, banyak kabar beredar jika beliau sekarang tidak bisa berjalan dan bisa jadi lumpuh permanen, juga susah untuk bicara dengan jelas akibat terus-terusan mengalami penyiksaan sejak ditangkap 27 April 2021 lalu. Bahkan Munarman cuma diberi makan seminggu dua kali oleh polisi sehingga beliau sudah sangat teraniaya. Dan isu beredar jika itu desainernya Jokowi sendiri. REZIM LAKNATULLAH !!.

baca juga: Selama 2021, Pemerintah Berhasil Pangkas 10,37 Juta Ton Emisi Karbon

Baiat Teroris

Munarman sebelumnya ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di rumahnya yang berlokasi di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4) lalu. Dia selanjutnya digelandang ke Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.

baca juga: Wamenkeu: Harmonisasi Peraturan Perpajakan Hadir dalam Momentum yang Tepat

Adapun, penangkapan terhadap Munarman diduga berkaitan dengan kegiatan baiat teroris di tiga kota.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan ketika itu menyebut bait tersebut di antaranya dilakukan di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Makassar dan Medan.

"Baiat di Makassar yang ISIS," ungkap Ramadhan.

Editor: Eko Fajri