Ditanya Soal TWK Pegawai KPK Pilih Pancasila atau Al Quran, Ini Jawaban Politisi PDIP

Reaksi Politisi PDIP Diberi Pertanyaan TWK Pegawai KPK Pilih Pancasila atau Al Quran
Reaksi Politisi PDIP Diberi Pertanyaan TWK Pegawai KPK Pilih Pancasila atau Al Quran (. (YouTube/Najwa Shihab))

KLIKPOSITIF - Politisi PDIP Kapitra Ampera ditantang untuk menjawab pertanyaan seleksi tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). Ia diminta menjawab lebih memilih Pancasila atau Al Quran seperti yang ada di TWK pegawai KPK .

Pertanyaan ini diajukan ke Kapitra dalam acara Mata Najwa yang berjudul " KPK Atas Nama Pancasila" pada Rabu (2/6/2021). Tayangan ini diunggah dalam akun YouTube Najwa Shihab pada Kamis (3/6/2021).

baca juga: Wapres Minta Proses Sertifikasi Halal Produk UMKM Dipermudah

TWK pegawai KPK memang menjadi kontroversi karena dinilai sebagai upaya menyingkirkan sejumlah pegawai KPK yang memiliki integritas dalam memberantas korupsi. Hal ini terlihat dari 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK dan dinonaktifkan.

Tak sampai disitu, TWK juga dinilai mengandung banyak pertanyaan yang tidak relevan dengan pemberantasan korupsi. Salah satunya adalah pegawai KPK harus menjawab pertanyaan memilih Pancasila atau Al Quran dalam TWK.

baca juga: Koruptor dan Pelaku Kejahatan Lainnya di Indonesia Tidak Bisa Lagi Sembunyi di Singapura

Najwa pun menantang Kapitra yang hadir dalam kesempatan itu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kapitra pun menjawab ia tidak akan mempertentangkan jika menjadi pegawai KPK dan mendapatkan pertanyaan itu.

"Saya? Beda lagi, karena saya bukan orang yang ditanya. Kalau umpamanya saya pegawai KPK , saya ditanya, saya tidak memertentangkan," ujar Kapitra dalam video seperti dikutip Kamis (3/6/2021).

baca juga: Januari 2022, KPU Tanah Datar Tetapkan 264.348 Orang Masuk DPB

Lebih lanjut Kapitra mengatakan dirinya akan memilih satu jawaban dari kedua pilihan tersebut yang dinilai paling benar.

Kalau saya pilih Al-Quran otomatis saya sudah menjalankan Pancasila karena itu produk dari ulama. Tapi kalau saya disuruh memilih saya akan memilih satu pilihan yang akan membawa yang lain jadi pilihan," jawabnya.

baca juga: Targetkan 13 Juta Unit KBLBB Roda Dua pada 2030, Efisiensi Penggunaan BBM Bisa Ratusan Triliun Rupiah

Mendengar itu, Najwa Shihab langsung membantah jawaban Kapitra. Menurutnya, pegawai KPK yang dinonaktifkan juga memiliki kedua pilihan tersebut namun tetap dipaksa memilih salah satu jawaban.

"Dan jawaban itu menurut pengakuan pegawai KPK , ketika dia menjawab dua-duanya dia dipaksa memilih salah satu. Ketika dia menjawab Al Quran, entah karena pertanyaan ini atau yang lain, yang jelas dia masuk daftar 75 yang tidak lolos TWK," beber Najwa.

Kapitra hanya bisa menjawab jika TWK juga didesain untuk menguji tingkat intelektual pegawai KPK dalam menjawab pertanyaan itu. Menurutnya, psikologi pegawai KPK akan diuji lewat pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

"Jadi di situlah intelektualitas dia untuk keluar dari kemelut. Psikologi orang diuji di situ, ketika dia berada di lingkungan tidak mengenakkan dia bisa keluar enggak? Sebagai pemenang disitu. Ternyata kan tidak," terang Kapitra.

Najwa Shihab sendiri tidak puas dengan jawaban Kapitra. Ia lantas memberikan sindiran menohok mana pegawai yang bisa lolos TWK, apakah menjawab Al Quran atau Pancasila.

"Jadi yang menang yang pilih Al Quran atau Pancasila nih?," tanya Najwa Shihab sambil tertawa.

Kapitra menjelaskan pastinya ada maksud dari pertanyaan tersebut. Salah satunya adalah untuk menggali psikologi pegawai KPK yang mengikuti TWK.

"Kita kan tidak tahu apa maksud menanyakan itu. Apakah dia ingin menggali psikologi seseorang ketika dia berhadapan dengan hal yang tidak menyenangkan. Bisakah dia memilah antara tugas profesi dan tugas pribadi. Kita kan tidak tahu," jawab Kapitra.

Editor: Eko Fajri