Pakistan Tindak Keras Paramiliter Baru pasca Pemboman

Korban Bom Bunuh Diri di Pakistan
Korban Bom Bunuh Diri di Pakistan (http://www.reuters.com/)


KLIKPOSITIF - Pakistan menindak keras paramiliter Islam di Punjab setelah pemboman yang menyebabkan 70 orang meninggal dunia di ibukota provinsi Lahore.

Dilansir dari laman reuters, bom bunuh diri di sebuah taman umum itu diklaim oleh Taliban Pakistan Jamaat-ur-Ahrar faksi yang pernah menyatakan kesetiaan kepada Negara Islam. Setidaknya 29 anak-anak meninggal dunia dalam kejadian itu.

baca juga: MUI Pertanyakan Aksi Penembakan Dua Masjid di Christchurch, Apa Peran Brenton Tarrant?

Sementara itu, Paus Francis mengutuk serangan itu dan menuntut pemerintah Pakistan melindungi agama minoritas.

Itu serangan paling mematikan di Pakistan sejak Desember 2014 setelah pembunuhan 134 anak-anak sekolah di akademi militer yang dikelola di kota Peshawar yang mendorong tindakan keras pemerintah pada militansi Islam.

baca juga: Teror di Selandia Baru, DPR: Tantangan Bagi Intelijen

Keamanan dan pejabat pemerintah mengatakan, keputusan telah dibuat untuk meluncurkan skala penuh operasi yang melibatkan Rangers paramiliter yang memiliki kekuatan untuk melakukan razia dan menginterogasi tersangka.

"Teknis yang belum bekerja. Ada beberapa masalah hukum juga dengan membawa Rangers, namun militer dan pemerintah berada pada fokus yang sama," kata seorang pejabat keamanan senior.

baca juga: Polri Telah Tangkap 270 Terduga Teroris dari 5 Kasus, Apa Saja?

Penulis: Fitria Marlina