Menteri KP Tidak Setuju Dilakukan Pengurangan KJA di Danau Maninjau, Ini Solusi yang Ditawarkan

Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono mengunjungi Danau Maninjau
Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono mengunjungi Danau Maninjau (AMC/Andri Padrianto)

AGAM , KLIKPOSITIF - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP)Wahyu Sakti Trenggono mengunjungi Kabupaten Agam -Sumbar, Kamis 3 Juni 2021.

Dalam kunjungan itu, Menteri Wahyu Sakti Trenggono melihat kondisi Danau Maninjau .

baca juga: Terjadi di Tengah Malam, Suami Bunuh Selingkuhan Isteri di Malalak Agam

Pada kesempatan itu, Menteri KP mengaku kurang setuju dengan rencana Pemkab Agam yang ingin mengurangi jumlah Keramba Jaring Aping (KJA). Menurutnya, pengurangan KJA Alan menimbulkan kecemburuan sosial Dan memory gejolak sosial di tengah masyarakat

"Kalau mau dibersihkan, ya harus dibersihkan semuanya dan nelayan harus keluar dari danau untuk berusaha," tutur Wahyu.

baca juga: Yuk Lihat Pameran Bonsai di Halaman Kantor Wali Nagari Biaro Gadang Agam

Untuk mengatasi itu, Menteri Wahyu menawarkan petani KJA untuk melakukan budidaya ikan air tawar di darat dengan sistem kolam.

"Ini untuk pengalihan mata pencarian masyarakat dari danau ke darat, karena budidaya ikan air tawar di darat juga sangat bagus untuk menunjang perekonomian," ujarnya.

baca juga: PLN Resmikan Lisdes di Empat Desa Kabupaten Agam

Mendukung hal itu, katanya, Pemkab Agam harus menyediakan lahan, dan pihaknya akan menurunkan tim untuk mengkaji kondisi lokasi dalam pengembangan budidaya ikan itu.

"Kita akan menurunkan tim dalam mengkaji pengembangan budidaya ikan dengan kolam, karena kalau nelayan dialihkan ke bidang pertanian, berdagang dan lainnya maka mereka tidak cepat beradaptasi," sebutnya.

baca juga: Yayasan Koarsa Gelar Syukuran Milad ke-2 di Panorama Puncak Kabun Singgalang

Sementara itu, Bupati Agam , Dr. H. Andri Warman menyebutkan, pihaknya akan coba sikapi solusi yang diberikan Menteri KKP itu.

"Masukan itu kita bahas dan akan kita sikapi demi penyelamatan danau," katanya.

Ia menjelaskan, Danau Maninjau merupakan ikon di Sumatera Barat, bahkan tahun 80-an ia sering ke danau itu banyak wisatawan yang berdatangan, baik nusantara maupun mancanegara.

Namun, sejak tahun 90-an hingga sekarang dengan berkembangnya KJA, kunjungan wisatawan menurun drastis karena air danau tercemar akibat sisa pakan ikan.

Saat ini, Pemkab Agam tengah melakukan pendataan jumlah KJA, beserta pemilik dan alamatnya, kemudian akan dibahas dalam rapat khusus dengan Kemenko Marves secara virtual pada 17 Juni 2021.

"Kita menargetkan Danau Maninjau bersih pada 2022," katanya.

Editor: Rezka Delpiera