Kabupaten Solok Zona Orange, Bupati : Jangan Anggap Remeh Corona

Bupati Solok, H. Epyardi Asda
Bupati Solok, H. Epyardi Asda (Ist)

Solok, Klikpositif - Masih tingginya kasus Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Solok , Sumatra Barat menjadi perhatian serius bagi Bupati Solok, H. Epyardi Asda .

Pola penanganan Covid-19 di Kabupaten Solok dinilai Bupati masih belum maksimal. Posko penanganan yang sebelumnya diaktifkan di berbagai tempat sudah tidak ada lagi.

baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Hidup Berdampingan Dengan COVID-19

"Awal-awal pandemi, posko penanganan Covid-19 itu aktif, tapi sekarang tidak aktif lagi," ungkap Bupati Solok saat diwawancarai wartawan, Jum'at (4/6/2021) di Kantor Bupati.

Menyikapi hal itu, Bupati Solok memerintahkan seluruh Camat dan Nagari untuk kembali mengaktifkan posko penanganan Covid-19. Tidak hanya itu, harus ada layanan pengaduan yang bisa dihubungi masyarakat 24 jam.

baca juga: Semen Padang Kembali Gelar Webinar Covid-19, Dirut SPH Ingatkan Masyarakat untuk Patuhi Prokes

Dengan begitu, katanya, bisa dilakukan respon cepat terhadap berbagai kondisi terkait penanganan Covid-19. Tidak ada alasan hari libur, setiap saat harus ada petugas yang siaga untuk penanganan kasus Covid-19.

"Bila ada orang sakit, dan terindikasi komorbid dan memiliki gejala Covid-19, harus diisolasi dan diberi vitamin secara gratis agar penyembuhan bisa dilakukan dengan cepat," tegas Bupati.

baca juga: Percepat Vaksinasi, Pemko Solok Siapkan Tim Khusus

Jika perlu, ulasnya, lakukan penyemprotan di kediaman warga yang terindikasi positif Covid-19 serta dilakukan tes swab untuk mengetahui kepastiannya. Jangan sampai dibiarkan saja dan menyebar kepada orang lain.

Dicontohkannya, ada kejadian di sebuah nagari di Kabupaten Solok , salah seorang warga sudah terkonfirmasi Covid-19 dan tidak ada penanganan serius sehingga menyebar kepada keluarga lainnya.

baca juga: Masih Rendah, Capaian Vaksinasi Lansia Kota Padang Baru Belasan Persen

Memang diakuinya, lemahnya penanganan Covid-19 di Kabupaten Solok selama ini terkendala dengan minimnya dana untuk operasional petugas, untuk itu, pihaknya sudah menyetujui anggaran melalui refocusing.

"Penanganannya belum siaga penuh, terkendala biaya. Saya sudah setujui penambahan anggaran penanganan Covid-19 sesuai dengan arahan Presiden untuk menyisihkan 8 persen anggaran DAU untuk penanganan Pandemi," tuturnya.

-Kesadaran Masyarakat Mulai Menurun-

Bupati Solok sangat menyayangkan, masih ada masyarakat yang tidak peduli dengan Corona. Banyak ditemui di jalanan, masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Ditegaskan Bupati, jangan sampai menganggap remeh Corona. Banyak orang beralasan bosan menggunakan masker, hal tersebut sangat beresiko tertular dan menularkan Corona kepada orang lain.

"Corona jangan dianggap remeh, jangan bosan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, terutama penggunaan masker saat berkegiatan diluar rumah," ajak Bupati.

Untuk itu, kata Bupati, perlu sosialisasi terhadap seluruh lapisan masyarakat oleh petugas melalui media yang ada, termasuk fungsi dari posko untuk memberikan edukasi.

Saat ini, Kabupaten Solok masih berada di zona orange atau daerah dengan resiko sedang penyebaran Covid-19, untuk itu Bupati meminta semua pihak aga bergerak aktif untuk mencegah penyebaran Corona.

"Kita bersyukur sampai saat ini daerah kita masih di zona orange, dan kita berharap Kabupaten Solok bisa bersih dari Corona atau zona hijau," harapnya.

Bupati meminta seluruh aparatur dan stakeholder terkait untuk serius melakukan penanganan terhadap wabah Corona di Kabupaten Solok , mulai dari jajaran Dinas Kesehatan, Camat hingga Wali Nagari.

Sepanjang Sabtu (5/6/2021), tercatat penambahan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Solok sebanyak 31 orang. Tambahan itu menjadika kasus terkonfirmasi sebanyak 1.718 orang, dengan kasus meninggal sebanyak 56 orang.

Hingga kini, Kabupaten Solok masih berada di zona orange atau daerah dengan resiko penyebaran sedang dengan skor 2,08. Sementara itu Positif Rate (PR) kasus Covid-19 di Kabupaten Solok berada di angka 9,77 %.

Editor: Syafriadi