Pemkab Solsel Launching Program Padusi, Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Bisa Lapor Ke Sini

Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi Memukul Gong tanda peluncuran website Padusi.
Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi Memukul Gong tanda peluncuran website Padusi. (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan ( Solsel ) - Sumbar melalui Dinas pengendalian penduduk keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak DP2KBPP&PA) Terus berupaya mempersiapkan pelayanan maksimal untuk perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan.

Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi mengatakan guna perlindungan perempuan dan anak dalam rangka seratus hari kerja telah disiapkan produk hukum, berupa Peraturan Bupati (Perbub) nomor 21 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak sebagai dasar regulasi pelayanan bagi perempuan dan anak .

baca juga: Sumbar Terima Penghargaan Anugrah KPAI 2021

"Hari ini kita mulai sosialisasikan Perbub 21 tahun 2021 sekaligus meresmikan program inovasi pusat data untuk informasi atau disingkat PADUSI," kata Yulian Efi

Turut Hadir di Kegiatan tersebut Ketua GOW solok selatan ny. Betti Mulyanni,IKA DPRD Solok Selatan ny.Almira Widya Arnoli ,Kapolres Solok Selatan Atau yang mewakili.Kejari Solok Selatan ,dandim 0309 sangirdan Kepala OPD se Solok Selatan

baca juga: Kanker Serviks, Keganasan yang Terjadi pada Leher Rahim yang Seringkali Terlambat Disadari Wanita Hingga Sebabkan Kematian

Dia menambahkan program Padusi merupakan kegiatan inovasi yang bernuasa digitil berupa website yang bisa di akses oleh masyarakat umum melalui situs resmi DP2KBPP & PA.

Kepala Dinas DP2KBPP & PA Solok Selatan Lora Ayahanda Putri mengatakan keberadaan website Padusi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Solok Selatan terutama sekaitan dengan kasus kekerasan di dalam rumah tangga.

baca juga: Plt Kepala BKPSDM Solsel : Pemberhentian TKD Diserahkan Ke OPD Masing-Masing

"Saat terjadi kekerasan di dalam rumah tangga biasanya korban takut untuk melaporkan apa yang mereka alami, website Padusi akan mengatasi rasa takut korban kekerasan di dalam rumah tangga tersebut," katanya.

Dia menjelaskan kedepannya diharapkan korban kekerasan dalam rumah tangga dapat melaporkan apa yang mereka alami melalui Website Padusi.dp2kb.solselkab.go.id.

baca juga: Jamur Sawit Talao Jadi Produk Baru Solsel yang Banyak Digemari, Begini Kisah Awal Produksinya

"Pelapor tidak perlu takut, karena identitas pelapor pasti dilindungi, selain itu cukup dengan mengakses website tersebut korban bisa melaporkan apa yang mereka alami dari rumahnya," jelasnya.

Pendamping rehabilitasi sosial anak kabupaten Solok Selatan Jhon Ronaldo mengatakan selama tahun 2019 terdapat 14 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak , jumlah tersebut meningkat di tahun 2020 menjadi 19 kasus dan ditahun 2021 hingga bulan Juni terjadi dua kasus.

"Bisa saja ada kasus tetapi mungkin tidak dilaporkan, semoga website ini bisa membantu sehingga kedepannya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Solok Selatan bisa diminimalisir bahkan tidak ada," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi