Melalui Website Padusi, Sekda Solsel Cegah Terjadinya Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kepala DP2KBPP &PA Solok Selatan Lora Ayahanda Putri Memaparkan Perbub 21 tahun 2021 dan website Padusi di Aula kantor camat Sangir
Kepala DP2KBPP &PA Solok Selatan Lora Ayahanda Putri Memaparkan Perbub 21 tahun 2021 dan website Padusi di Aula kantor camat Sangir (Kaka)
SOLSEL , KLIKPOSITIF -

Sekda Solok Selatan Doni Rahmat Samulo berharap Wali Nagari dan Kepala Jorong di daerah itu bisa memanfaatkan website Pusat Data Untuk Informasi (Padusi) saat terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak diwilayah kerja mereka.

Doni meyakini kekerasan terhadap perempuan dan anak di Solok Selatan banyak terjadi, tetapi yang dilaporkan ke pihak berwajib,tidak sampai 30 kasus setiap tahunnya.

"Memang setiap pengaduan tidak harus kriminal tetapi korban kekerasan perlu pendampingan dan pelakunya perlu dibina," kata Doni Rahmat Samulo saat Sosialisasi Perbub nomor 21 tahun 2021 dan website Padusi Kepada Wali Nagari dan Kepala Jorong di Aula kantor camat Sangir.

baca juga: Anggota DPR RI Hermanto Salurkan Bantuan Pemerintah Bagi 58 Kelompok Tani Dan 200 KK Di Solsel

Menurut Doni bentuk kekerasan terhadap anak itu beragam tidak hanya kekerasan fisik, ekploitasi anak dengan memanfaatkan anak-anak untuk bekerja sudah termasuk bentuk kekerasan terhadap anak.

"Memang tidak semua yang kita lihat meski dilaporkan, misalnya dalam konteks mendidik anak, tetapi kalau sudah berlebihan dan membahayakan anak hal itu wajib dilaporkan," katanya.

baca juga: Polres Solsel Amankan 34 Galon Berisi 1.000 Liter Bio Solar untuk Tambang Emas Ilegal

Kepala Dinas pengendalian penduduk keluarga berencana pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP2KBPP&PA) Lora Ayahanda Putri mengatakan selama ini pihaknya mendapatkan data kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan laporan yang sampai ke pihak kepolisian.

"Melalui Padusi kedepannya kita bisa memiliki data sendiri sebagai bahan evaluasi setiap tahunnya, karena memang tidak semua tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan ke pihak berwajib," katanya.

baca juga: Miris, Hanya Kerena Hal Ini Seorang Suami di Solsel Tega Suruh Istrinya Jual Diri dan Minta Rekaman

Kepala Jorong Sariak Taba Adek Dias mengatakan rata-rata masyarakat awam disebabkan rendahnya pendidikan tidak tau kemana harus melapor sehingga korban memendam penderitaan mereka.

dia melanjutkan jika dia mendapat pemberitahuan telah terjadi tindak kekerasan dalam keluarga, selama ini penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan dengan memanggil tetua adat kedua belah pihak jika tidak ditemukan kesepakatan baru dilaporkan ke pihak berwajib.

baca juga: 21 Penambang Emas Ilegal di Solsel Ditangkap Polisi, Kapolres : Kami Buru Pemodal dan Backingnya

"Dengan adanya website akan sangat membantu, terutama anak-anak, mereka lebih memahami tekhnologi dan lebih cepat melaporkan jika terjadi tindak kekerasan terhadap mereka.

Senada kepala Jorong durian tarung mengatakan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini sering ditutupi oleh pihak keluarga.

"Harapan kita kedepan jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga salah satu anggota keluarga sudah tau apa yang mesti mereka lakukan yaitu melaporkan melalui website Padusi," katanya

Penulis: Kamisrial | Editor: Khadijah