Pedestrian Aur Tajungkang - Pakan Kurai Bukittinggi Segera Rampung

Sejumlah pekerja sedang melakukan kegiatan pedestrian di Aur Tajungkang, Kota Bukittinggi. Saat ini progres Pengerjaan sudah berbobot 60 persen
Sejumlah pekerja sedang melakukan kegiatan pedestrian di Aur Tajungkang, Kota Bukittinggi. Saat ini progres Pengerjaan sudah berbobot 60 persen (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengentasan kawasan kumuh menjadi program prioritas pemerintah saat ini. Di Sumbar, program peningkatan kualitas pemukiman itu agar tidak berstatus kawasan kumuh lagi mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Salah satunya di Kota Bukittinggi yakni pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh (Pedestrian) Kota Bukittinggi, di Aur Tajungkang Tangah Sawah - Pakan Kurai terus dikebut pengerjaanya. Saat ini, pekerjaan yang digawangi PT Mutiara Rejeki Nusantara (MRN) sudah berbobot 60 persen.

baca juga: Jangan Tunggu Akhir Tahun, Mendagri Minta Pemda Segera Realisasikan Belanja APBD 2021

Pengerjaan yang ditargetkan tuntas oleh pihak perusahaan pada Agustus nanti sebelumnya sudah mendapat apresiasi dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Kusworo Darpito menyebut pihaknya terus menggenjot pelaksanaan program-program kerja yang tengah dilakukan saat ini. Hal itu bertujuan percepatan serapan anggaran.

baca juga: Inosentius Samsul : Ruang Kebijakan Pemerintah yang Besar Harus Diawasi

Kusworo Darpito mengatakan, bahwa Kementerian PUPR melalui Balai PPW Sumbar akan mengakomodir beberapa usulan program strategis di Sumbar.

Ia mengapresiasi pihak rekanan yang telah secara sukarela melakukan item-item kegiatan untuk memperlancar proses pelaksanaan pembangunan di lapangan, yang mana item kegiatan tersebut tidak dihitung dalam RAB (Rincian Anggaran Biaya) kontrak kerja, seperti pemotongan pohon dan lainnya, serta melakukan koordinasi-koordinasi secara personal terhadap kelompok masyarakat seperti pemindahan dan penataan kembali Angkringan Pemuda yang juga tidak tersurat dalam RAB kontrak.

baca juga: Alokasi Pagu Anggaran RAPBN 2022 Untuk Perpustakaan Nasional Capai Rp1,9 Triliun,

Sementara itu PT.Mutiara Rejeki Nusantara (PT.MRN) yang saat ini menjadi salah satu rekanan berkomitmen dan memastikan kegiatan pembangunan terukur dan sesuai spesifikasi teknis.

Direktur PT. MRN Dani Irawan didampingi tim lapangan mengatakan pihaknya akan memastikan hasil pelaksanaan pembangunan yang berkualitas dan sesuai harapan masyarakat setempat.

baca juga: BLT Desa Harus Dioptimalkan Untuk Redam Angka Kemiskinan

Untuk itu, pihaknya selaku berkoordinasi dengan pihak konsultan supervisi dan Satker. Ia menambahkan, pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Kota Bukittinggi Kawasan Aur Tajungkang Tangah Sawah - Pakan Kurai yang saat ini juga melibatkan masyarakat sekitar. Hal itu bertujuan mendukung program pemerintah untuk pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

"Jadi pekerjanya juga kita libatkan masyarakat sekitarnya," sebut Dani.

Kegiatan itu katanya ditenggat 8 bulan kerja dengan nominal anggaran Rp 8,6 miliar. Sumber dana berasal dari APBN , Kementerian PUPR .

Ia berharap, dengan rampungnya pelaksanaan kegiatan pada Agustus nanti bisa memberi manfaat untuk masyarakat, mengurangi jumlah kawasan kumuh dan mengatasi banjir.

"Karena Kota Bukittinggi merupakan kota wisata, jadi harus bebas kumuh. Dengan adanya pedestrian ini, tidak ada lagi masyarakat yang buang sampah sembarangan termasuk ke selokan," pungkasnya.

Pembangunan dari Balai PPW Sumbar tersebut disambut baik oleh masyarakat setempat, salah satunya Deri (47). Dia mengaku pembangunan itu akan mengurangi resiko banjir dan bermanfaat bagi pejalan kaki .

"Warga juga tidak akan bisa lagi buang sampah ke selokan. Ini pembangunan yang bermanfaat bagi kami pejalan kaki ," tuturnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir