Seorang Pasien Positif COVID-19 Meninggal di RSUD Ali Hanafiah Batusangkar, Bupati Minta Warga Patuhi Prokes

Ilustrasi pemakaman pasien COVID-19
Ilustrasi pemakaman pasien COVID-19 (ist)

TANAHDATAR, KLIKPOSITIF - Kasus kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Tanah Datar hari ini bertambah 1 orang sehingga total warga yang meninggal dunia sebanyak 72 orang,

"Kasus konfirmasi positif COVID-19 hari ini bertambah sebanyak 6 orang, pasien sembuh 1 orang, dan pasien meninggal dunia 1 orang," ucap Kabid P2P Dinkes Tanah Datar Roza Mardiah di Batusangkar, Senin, 14 Juni 2021.

baca juga: Hari Ini 103 Warga Agam Sembuh dari Covid-19

Roza menyebut seorang pasien yang meninggal dunia tersebut adalah Laki-laki usia 64 tahun, pedagang, warga Kecamatan Lima Kaum. Dengan penambahan kasus kematian ini sehingga total keseluruhan pasien yang meninggal dunia akibat virus Corona di Tanah Datar sebanyak 72 orang.

Kemudian, Roza menyampaikan 6 warga yang terpapar COVID-19 tersebar di lima kecamatan yakni Limo Kaum 1 orang, Sungai Tarab 2 orang, Kecamatan X Koto 1 orang, Lintau Buo Utara 1 orang, dan Salimpaung 1 orang.

baca juga: Mengadu ke Gubernur Sumbar Soal Ventilator, Dirut RSUD Lubuk Basung: Bulan Juli Ini Saja 30 Orang Meninggal

Roza menyampaikan data rekapan kasus konfirmasi positif sampai pukul 15.00 Wib adalah sebanyak 2.376 orang yang terdiri dari sembuh sebanyak 1.907 orang, meninggal dunia 72 orang, pasien dirawat di rumah sakit 53 orang, dan isolasi mandiri 346 orang.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra terus mengingatkan seluruh masyarakat untuk patuh protokol kesehatan (Prokes) COVID-19, karena melihat perkembangan kasus positif di Tanah Datar beberapa hari terakhir terus bertambah dan berada di zona orange dengan resiko sedang.

baca juga: Soal Vaksinasi Dosis Ketiga, Ini Kata Tenaga Kesehatan

"Seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dan disiplin mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 6M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi, dan melakukan vaksin," tutur Eka. (*)

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Eko Fajri