Kakan Kemenag Lima Puluh Kota: Berilmu Dulu, Nikah Kemudian

.
. (Kemenag Sumbar)

KLIKPOSITIF - Upaya meningkatkan kualitas perkawinan, Kemenag Lima Puluh Kota mengelar "Bimbingan Perkawinan Pra Nikah " bagi remaja usia sekolah di SMA 1 Situjuah Lima Nagari (14/06).

H. Naharudin, Kakan Kemenag Lima Puluh Kota dalam arahanya menyampaikan, "Dalam catatan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, terdapat tiga puluh empat ribu permohonan dispensasi yang diajukan pada Januari hingga Juni 2020. Sebanyak 97% permohonan dikabulkan. Kendati usia pernikahan telah dibatasi minimal 19 tahun, namun 60% yang mengajukan adalah anak di bawah 18 tahun, fakta ini menunjukan tingginya angka pernikahan usia dini," jelas Kakan Kemenag .

baca juga: Terkendala Lahan, Pemko Pariaman Baru Kelurakan 5 Izin Prinsip Investasi Perumahan

Kakan Kemenag melanjutkan, "tidak jauh berbeda, tingginya angka perceraian juga menempatkan pasangan muda sebagi penyumbang kasus terbanyak, oleh sebab itu kegiatan hari ini diharapkan dapat menekan angka perkawin usia dini sekaligus mencegah perceraian," harapnya.

Disamping itu Kakan Kemenag mengingatkan bahwa sebuah pernikahan harus dipersiapkan secara matang oleh calon pengantin (catin), sebab berdasarkan fakta, banyak terjadi perceraian di usia perkawinan yang masih muda karena kurangnya pengetahuan dan persiapan yang matang.

baca juga: 65 BUMNag di Tanah Datar Sudah Punya Modal Usaha, Pemda Sarankan Lirik Usaha Pertashop

"Sesuai dengan tema kegiatan hari ini Berilmu Dulu, Nikah Kemudian," jelas Bapak mudah senyum ini.

"Melalui kegiatan ini saya berharap kepada ananda semua yang merupakan generasi penerus perjuangan umat dan bangsa, untuk terus tumbuh menjadi generasi emas Indonesia yang akan menjadi tulang punggung pembangunan bangsa di masa depan, tugas terbaik ananda ialah mengukir catatan prestasi demi prestasi," simpul Kakan Kemenag .

baca juga: Tangani Masalah Limbah Medis, BRIN Kembangkan Teknologi Berskala Kecil dan Mobile

Sementara itu H. Safrijon, Kasi Bimas Islam Kemenag Lima Puluh Kota di hadapan awak media menyampaikan, "kegiatan ini merupakan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas perkawinan, untuk tahun ini bimbingan perkawinan pra nikah usia sekolah akan dilakukan di lima kecamatan, dengan melibatkan instansi terkait sebagai nara sumber kegiatan," jelas Buya Safrijon

Diterangkan pula bahwa, "usia ideal menikah adalah 25 tahun bagi laki-laki dan perempuan minimal 21 tahun, namun seiring maraknya pergaulan bebas di era milenial ini, banyak kasus yang tidak diinginkan terjadi dalam kehidupan remaja, diantaranya terjadinya pernikahan dini. Pendewasaan usia nikah sejak usia remaja penting dilakukan secara terstruktur dalam rangkka menekan angka pernikan usia dini," terangnya.

baca juga: Dinkes Pariaman: Kasus DBD Menurun di Masa Pandemi

"Terakhir atas nama panitia saya sampaikan apresiasi sekaligus ucapan terimakasih kepada keluarga besar SMA 1 Situjuah yang telah bahu-membahu dengan panitia, sehingga kegiatan hari ini terlaksana dengan baik, sambutan serta dukungan dari seluruh warga SMA 1 Situjuah telah menjadi energi baru bagi panitia untuk terus meningkatkan kualitas program ini," tutup putra Blok M ini.

Sumber: Kemenag Sumbar

Editor: Eko Fajri