Universitas Fort de Kock Jalin Kerja Sama dengan IEG Campus Malaysia, Ini Kata Wakil Wali Kota Bukittinggi

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Universitas Fort de Kock Bukittinggi melakukan penandatangan kerjasama (MoU) dengan Intelli Education Group (IEG Campus) Kuala Lumpur Malaysia di Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi , Rabu 16 Juni 2021.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi yang menghadiri acara seremonial penandatanganan kerja sama itu mengatakan, nama Bukittinggi saat ini sudah mendunia, namun dengan kerjasama kedua belah pihak ini diharapkan membuat Bukittinggi benar-benar mendunia.

baca juga: Bukittinggi Tambah 100 Tempat Tidur untuk Pasien COVID-19

Awalnya Marfendi mengaku kaget dengan adanya kerjasama tersebut, karena komunikasi yang terjalin boleh dikatakan sangat singkat, hanya tiga hari saja.

"MoU dunia internasional, tapi dibuat dalam waktu tiga hari, tidak lebih. Ini sesuatu hal yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan dengan gaya kita seperti ini, Bukittinggi akan membuat sistem baru ke depannya. Bukan hanya sekedar bercerita, tetapi langsung eksen," tutur Marfendi.

baca juga: Owner Foresthree Coffee Muhammad Syukri Jabat Ketua ESI Kota Bukittinggi Pertama

Marfendi menyebut, banyak yang bertanya kepada dirinya terkait keuntungan apa yang bisa didapatkan Bukittinggi ketika ada kerjasama internasional seperti ini.

"Saya katakan, paling tidak ini mengangkat nama Bukittinggi lagi ke dunia internasional. Dahulu hampir semua tokoh-tokoh, baik tokoh nasional yang berasal dari Sumatera Barat, selalu mengatakan dia adalah orang Bukittinggi . Bukittinggi lebih dikenal dari pada nama kampungnya," jelas Marfendi.

baca juga: Polres Bukittinggi Distribusikan Bansos Dalam Masa PPKM Darurat

Ia mencontohkan M Natsir mengaku dari Bukittinggi , padahal berasal dari Alahan Panjang. Begitu juga Buya Hamka banyak yang menyebutnya berasal dari Bukittinggi , padahal berasal dari Maninjau.

"Ini adalah cikal bakal memperlihatkannya bahwasannya Bukittinggi ini dimulai dari sesuatu yang mungkin yang gak penah dibayangkan oleh orang lain. Dan saya sangat miris sebenarnya ketika dunia pendidikan di Bukittinggi tidak lagi seperti yang dahulu," ungkap Marfendi.

baca juga: Truk Bermuatan Tepung Terguling di Jalan Padang Panjang-Bukittinggi, Ini Kronologisnya

Oleh karena itu, Marfendi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Romi Rhamdani yang telah memfasilitasi dirinya bertemu dengan Penasehat IEG Campus, Veroliyondo Jamal, sehingga kerja sama antara Universitas Fort de Kock Bukittinggi dengan IEG Campus Malaysia bisa terlaksana.

Seperti dijelaskan dalam berita sebelumnya, kerja sama kedua belah pihak tersebut meliputi bidang pendidikan, pelaksanaan double degree, pelaksanaan program MBA, pelaksanaan joint degree, peningkatan dan pemberdayaan sumber daya, serta berbagai kegiatan ilmiah seperti publikasi, seminar, workshop dan kegiatan ilmiah lainnya, baik skala nasional maupun internasional.

Dalam program double degree, jika mahasiswa Sarjana Ekonomi Universitas Fort de Kock berminat kuliah di luar negeri, misalnya memilih Universitas Tun Abdul Razak Malaysia, maka nantinya setelah tamat, mahasiswa itu akan mendapat dua ijazah sekaligus, yakni ijazah dari Universitas Fort de Kock dan ijazah dari Universitas Tun Abdul Razak Malaysia.

Jika ingin bekerja di Indonesia maka ijazah dari Universitas Fort de Kock bisa digunakan, namun jika ingin mencari kerja di Malaysia, maka ijazah dari Universitas Tun Abdul Razak yang akan digunakan.

Nantinya mahasiswa dapat dua gelar, yang dinamakan gelar ganda atau double degree. Ini diharapkan bisa menambah selling point untuk tamatan-tamatan mahasiswa dari Fort de Kock.

Editor: Haswandi