Pakar Gempa Ingatkan Warga Terkait Gempa dan Tsunami yang Masih Mengancam Kota Padang

Badrul Mustafa, Pakar Gempa dari Universitas Andalas
Badrul Mustafa, Pakar Gempa dari Universitas Andalas (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF - Pakar Gempa dari Universitas Andalas (Unand), Badrul Mustafa menyatakan Kota Padang masih berada dalam ancaman gempa dan tsunami hingga 50 tahun ke depan.

"Dengan masih bergeraknya lempengan Megathrust di daerah Mentawai , Sumatera Barat masih dalam ancaman bencana hingga 50 tahun ke depan," katanya.

baca juga: Sejak Awal 2021, Ruang Rawat di RSUP M Djamil Padang Selalu Penuh

Hal tersebut diungkapkan karena adanya teori yang menyatakan bahwa kejadian gempa bumi dan tsunami akan terjadi berulang 200 tahun sekali.

" Gempa dan tsunami pernah melanda Sumatera Barat pada tahun 1797 dan 1833 yang berasal dari lempengan megathrust yang ada di Siberut dan Sipora," katanya.

baca juga: RSUP M Djamil Padang: Pasokan Oksigen Masih Aman

Dengan kejadian pada tahun 2009 lalu dan tidak mengakibatkan tsunami , beberapa ahli di dunia menurutnya menyatakan bahwa kemungkinan kejadiannya akan mundur selama 50 tahun ke depan.

Menurutnya, potensi gempa yang mengancam Sumbar mencapai magnitudo 8 lebih, sehingga berpotensi mengakibatkan tsunami yang bisa menghantam daerah pesisir pantai Sumatera Barat.

baca juga: Kumpulkan Bantuan dari Perusahaan-perusahaan, Pemko Padang Akan Salurkan Beras Bagi 30.000 KK

"Untuk di Kota Padang sendiri, hempasan gelombang itu diperkirakan berjarak sejauh 600 meter dari pesisir pantai. Dengan begitu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana gempa dan tsunami yang bisa terjadi kapan saja," lanjutnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi