Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Solsel Novirman bersama Kasi Surveylance Mega Verta Christina Usai Menandatangani kesepakatan bersama sukseskan program Vaksin Nasional
Kepala Dinas Kesehatan Solsel Novirman bersama Kasi Surveylance Mega Verta Christina Usai Menandatangani kesepakatan bersama sukseskan program Vaksin Nasional (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan ( Solsel ) meminta masyarakat tidak mudah terhasut isu negatif terkait vaksin Covid-19. Misalnya isu yang bisa berdampak pada terkendalanya proses vaksinasi yang berakibat sulitnya membendung virus Covid-19.

Kasi Surveylance Dinas Kesehatan Solsel Mega Verta Christina menjelaskan untuk membentuk kelompok yang kuat terhadap virus Covid-19, vaksinasi wajib dilakukan minimal sebanyak 60 persen dari jumlah penduduk.

baca juga: Vaksinasi Ketiga di RSUP M Djamil, 350 Nakes Belum Bisa Divaksin

Dia menjelaskan secara logika, saat satu orang masyakarat yang sudah divaksin berdiri diantara sepuluh orang yang belum divaksin, seberapa pun ketatnya menerapkan Protokol Kesehatan maka satu orang tersebut dapat dipastikan terpapar virus Covid-19.

"Sebaliknya jika sepuluh orang sudah divaksin dan kebal virus dan diantara mereka berdiri satu orang yang terpapar maka virus dipastikan tidak bisa lagi menginfeksi sepuluh orang tersebut, jadi untuk menghentikan pandemi ini mari kita lakukan vaksin bersama-sama," katanya.

baca juga: RSUP M Djamil Padang Lakukan Vaksinasi Ketiga

Dia melanjutkan untuk Solok Selatan agar mata rantai pandemi Covid-19 bisa dihentikan vaksinasi wajib dilakukan terhadap 60 persen dari jumlah penduduk atau 108.000 orang dari 180.000 Penduduk.

"Vaksinasi bertujuan untuk membentuk kekebalan berkelompok dari virus, selagi masyarakat masih tidak bersedia untuk divaksin, kapan pandemi ini bisa berakhir," katanya.

baca juga: Kebijakan PSBB Hingga PPKM Tidak Akan Efektif Tanpa Testing dan Tracing yang Masif

Penulis: Kamisrial | Editor: Ramadhani