Putus Mata Rantai Covid-19, Bupati Solsel: Satu Bulan Kedepan Vaksin Harus Tuntas

Bupati Solok Selatan Khairunas Menandatangani Kesepakatan Bersama untuk mensukseskan program Vaksin Nasional dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid-19
Bupati Solok Selatan Khairunas Menandatangani Kesepakatan Bersama untuk mensukseskan program Vaksin Nasional dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid-19 (Kaka)

SOLSEL, KLIKPOSITIF - Bupati Solok Selatan Khairunas Bersama pejabat terkait serta masyarakat umum menanda tangani kesepakatan bersama untuk mensukseskan program Vaksin Nasional dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid-19 di daerah itu.

"Satu bulan ke depan vasinasi untuk ASN dan masyarakat harus tuntas. Dan untuk semua kegiatan yg akan dilaksanakan harus melampirkan sertifikat vaksin ," kata Khairunas disela-sela kegiatan Car free day dan Vaksinasi masal di RTH Padang Aro, Minggu 20/6

baca juga: Ribuan Batang Cemara Laut Ditanam di Pantai Pessel

Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi mengatakan saat ini untuk vaksinasi Aparatur sipil negara (ASN) dan pelayanan publik sudah mencapai 85 persen dan masih tersisa sekitar 15 persen atau sekitar 376 orang. "Sesuai dengan arahan mulai dari presiden dan Bapak Bupati, kita harus menuntaskan vaksinasi untuk masyarakat, dan untuk ASN kita harapkan beberapa hari kedepan bisa tuntas," katanya

Kedepan imbuhnya segala urusan yang berkaitan dengan pelayanan publik hingga ke kantor wali Nagari harus melampirkan sertifikat vaksin . "Kami himbau kepada masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas agar segera melakukan vaksin sebab hanya dengan cara melawan secara bersama virus ini bisa berakhir," katanya

baca juga: Tangani Masalah Limbah Medis, BRIN Kembangkan Teknologi Berskala Kecil dan Mobile

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan Novirman menyebutkan pihaknya telah menyiapkan petugas vaksinasi di seluruh puskesmas di setiap kecamatan bagi masyarakat yang akan melakukan vaksin .

"Kita sudah siapkan petugas termasuk vaksin yang dibutuhkan, untuk hari ini kita sediakan sebanyak dua ribu Vaksin ," katanya.

baca juga: Pemeriksaan Mata Bisa Jadi Metode Baru Untuk Ungkap Pasien yang Alami Long Covid-19

Sekretaris Wali Nagari Lubuk Gadang Utara Sapari Septiadi mengatakan pihaknya sangat mendukung jika proses pengurusan administrasi di Kenagarian harus melampirkan sertifikat vaksin Covid-19.

"Cuma kita berharap agar di buka posko vaksin Covid-19 di kantor wali Nagari, sebab kalau ke puskesmas, masyarakat kan banyak alasan, kalau sudah ada posko vaksin di kantor wali Nagari tidak ada alasan lagi, untuk tidak divaksin," katanya.

baca juga: RSUP M Djamil Padang: Pasokan Oksigen Masih Aman

Kasi Surveylance Dinas Kesehatan Solsel Mega Verta Christina menjelaskan untuk membentuk kelompok yang kuat terhadap virus Covid-19, vaksinasi wajib dilakukan minimal sebanyak 60 persen dari jumlah penduduk.

Dia menjelaskan secara logika, saat satu orang masyakarat yang sudah divaksin berdiri diantara sepuluh orang yang belum divaksin, seberapa pun ketatnya menerapkan Protokol Kesehatan maka satu orang tersebut pasti terpapar virus.

"Sebaliknya jika sepuluh orang sudah divaksin dan kebal virus dan diantara mereka berdiri satu orang yang terpapar maka virus dipastikan tidak bisa lagi menginfeksi sepuluh orang tersebut, jadi untuk menghentikan pandemi ini mari kita lakukan vaksin bersama-sama," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Ramadhani