Pemerintah Geser Hari Libur Nasional, Ini Kata Ketua PP Muhammadiyah

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menggeser hari libur Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini.

Keputusan tersebut diputuskan sebagai antisipasi menghindari kasus Covid-19.

baca juga: Greysia-Apriyani Raih Emas Olimpiade Tokyo, Muhaimin: Perjuangan yang Hebat

"Ada tiga poin, pemerintah memutuskan mengubah 2 hari libur nasional dan 1 hari meniadakannya," kata Muhadjir. Berbeda dengan penggeseran hari libur umat Islam, Libur Natal dan Tahun Baru 24 Desember 2021 ditiadakan.

Menanggapi kebijakan itu, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menyatakan dukungan kepada pemerintah demi keamanan masyarakat di masa pandemi. Penggeseran dua hari libur juga tidak bertentangan dengan agama karena bukan masuk di wilayah peribadatan.

baca juga: Wagub Sumbar: Pelaksanaan PPKM Belum Maksimal

"Bagus, untuk keamanan tidak apa-apa, karena tidak menyangkut ibadah mahdhah," ujar Dadang.

Senada dengan Dadang, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti tetap berpesan agar libur di hari Iduladha tetap ada kendati secara nasional digeser. Sebab menurut Mu'ti jika libur ditiadakan maka akan mengganggu pelaksanaan salat Iduladha.

baca juga: Selama Masa Pandemi, Terjadi Peningkatan Permintaan elektronika

"Umat Islam dapat tetap melaksanakan salat Iduladha dengan protokol yang ketat. Jika tidak memungkinkan di lapangan, masjid atau musala bisa melaksanakan di rumah," pesannya.

"Dengan penggeseran hari libur , diharapkan dapat mengurangi kecenderungan masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk aktivitas rekreasi atau perjalanan ke luar kota yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan penularan Covid-19 yang semakin meluas," tegasnya.

baca juga: Raffi Ahmad Akui Pernikahannya Sempat Diambang Kehancuran, Nagita Pelindung Gue

Editor: Eko Fajri