Unggulkan Program Tahfiz, SDIT Sa'adiah Solok Terus Cetak Penghafal Al-Qur'an

Wisuda Tahfiz SDIT Sa'adiah Solok di Gedung Kubuang Tigo Baleh
Wisuda Tahfiz SDIT Sa'adiah Solok di Gedung Kubuang Tigo Baleh (Klikpositif)

Solok, KLIKPOSITIF - Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Sa'adiah Solok mewisuda 202 orang hafiz atau penghafal Al-Qur'an, Sabtu (19/6/2021) di Gedung Kubuang Tigo Baleh, Kota Solok.

Wisuda ke lima dan sekaligus peringatan tujuh tahun berdirinya SDIT Sa'adiah dihadiri Bupati Solok yang diwakili Kabag Kesra, Ahli Gusta Tusri, Plt. Kadis Pendidikan, Camat Kubung, serta orang tua santri.

baca juga: Stok Vaksin Kabupaten Solok Kosong, Besok Dikirimkan Dari Provinsi

Santri yang diwisuda, terdiri dari hafiz 1 juz sebanyak 118 orang, hafiz 2 juz sebanuak 68 orang, hafiz 3 juz sebanyak 3 orang dan hafiz 4 juz sebanyak 4 orang.

Menurut Kepala sekolah SDIT Sa'adiah, Melli Iswari, program tahfiz merupakan unggulan di SDIT Sa'adiah, disamping pembelajaran umum sesuai dengan kurikulum wajib.

baca juga: Dilaporkan Rampas Tanah Warga, Dodi Hendra : Tanah Itu Saya Beli

"Target kita, selesai menamatkan sekolah di SDIT Sa'adiah, peserta didik minimal memiliki hafalan 3 juz Al-Qur'an, dan Alhamdulillah, banyak yang melebihi target hafalan tersebut," kata Melli Iswari.

Bahkan, ulasnya, ada anak anak yang masih sekolah PAUD yang dalam naungan yayasan wakaf Bunda Sa'adiah, hafalannya sudah sampai satu juz, dan begitu juga di TKIT Sa'adiah. Mereka turut diwisuda.

baca juga: Dituduh Merampas Hak Atas Tanah, Ketua DPRD Solok Dipolisikan

Saat ini, SDIT Sa'adiah memiliki murid aktif dari kelas 1-6 sebanyak 464 orang dan dididik di sekolah induk dan tiga sekolah jauh atau cabang. Jumlah itu akan bertambah seiring dengan masuknya siswa baru.

Sementara itu, Ketua komite sekolah SDIT Sa'adiah, Hendri Agusman mengatakan, anak anak yang Sholeh dan Sholehah serta hafal Al-Qur'an menjadi dambaan setiap orang tua. Merek menjadi investasi orang tua di dunia, terutama di akhirat.

baca juga: Dalam Dua Hari, 52 Warga Kabupaten Solok Terinfeksi Covid-19

"Aqidah yang kuat, Hafalan Al-Qur'an tidak bisa dinilai dengan berapa biaya sekolah, atau dinilai dengan harta akan tetapi sangat bernilai di hadapan Allah SWT," sebutnya.

Rumah yang dihuni oleh orang-oranh sholeh dan penghafal Al-Qur'an, ulasnya, akan didatangi oleh malaikat rahmat. Untuk itu ulasnya, peran orang tua sangat besar dalam mencetak generasi Qurani.

"Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama orang tua, untuk itu, orang tua juga harus mampu mendorong agar mereka dekat dengan Al-Qur'an, orang tua juga harus ikut menghafal dan mengajarkan anak," tuturnya.

Ketua yayasan wakaf Bunda Sa'adiah, Ustaz Boy Ikhsan berpesan, agar anak-anak yang telah diwisuda untuk tetap terus gigih menambah dan menjaga hafalan yang sudah dikuasai.

Diterangkannya, yayasan wakaf Bunda Sa'adiah terus bergerak dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an. Kendati ditengah kondisi sulit sekalipun. Niat mulia mencetak generasi yang lebih baik mengalahkan setiap hambatan.

Saat ini, di usia yayasan yang masih menjalani delapan tahun, sudah banyak sekolah yang dibangun. Pada tahun pertama, didirikan SDIT, kemudian tahun ketiga didirikan TKIT, tahun ke lima didirikan PAUD dan tahun keenam didirikan rumah tahfiz.

"Dan tahun ke tujuh, kita membuka cabang di Muara Panas, semoga terus berkembang, lembaga yang kita Wakafkan untuk kemaslahatan umat," harapnya.

Ditegaskannya, capaian yang diraih yayasan dan sekolah saat ini bukan karena kehebatan pengurus yayasan atau sekolah, akan tetapi karena semuanya dimudahkan oleh Allah SWT.

"Terimakasih atas ikhtiar semua, Kita berdoa, mudah-mudahan tetap Istiqomah, tidak ada yang tidak mungkin. Setelah ini kita targetkan buka SMP, SMA dan juga perguruan tinggi," tutupnya.

Bupati Solok, H. Epyardi Asda yang diwakili Kabag Kesra, Ahpi Gusta Tusri mengaku sangat bangga dengan keberadaan SDIT Sa'adiah yang telah membantu pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik.

"Sangat selaras dengan cita-cita Bupati Solok, bagaimana bersama-sama membangun generasi muda, calon penerus yang kuat aqidahnya, penghafal Al-Qur'an dan memiliki akhlak mulia," paparnya.

Terlebih, sambungnya, generasi muda saat ini dihadapkan dengan berbagai pengaruh lingkungan, pengaruh kemajuan teknologi dan apabila anak tidak dibentengi dengan Aqidah dan Akhlak yang baik, maka dikhawatirkan akan terbawa arus.

"Pesan Bupati kepada anak-anak yang diwisuda, ini bukan akhir untuk menghafal Al-Qur'an, tetapi batu loncatan untuk lebih termotivasi, lanjutkan sampai 30 juz, minimal tamat SMA sudah hafal 20 juz, tidak sedikit perguruan tinggi yang memberikan fasilitas khusus untuk penghafal Al-Qur'an, apalagi manfaatnya untuk akhirat," tutupnya.

Editor: Syafriadi