Regional CEO Mandiri Region XI Bali dan Nusa Tenggara Kagumi dan Pesan Buku Trilogi The Power of Silaturahim

Dr Aqua Dwipayana bersama Direktur Pemasaran Hotel Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport, Bianca Rosetta.
Dr Aqua Dwipayana bersama Direktur Pemasaran Hotel Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport, Bianca Rosetta. (ist)

KLIKPOSITIF - Regional CEO Bank Mandiri Region XI Bali dan Nusa Tenggara Hendra Wahyudi menyampaikan kekagumannya atas buku-buku "super best seller" Trilogi The Power of Silaturahim yang hasil penjualannya, digunakan untuk kegiatan sosial terutama membiayai umrah ratusan orang.

Hendra bahkan merencanakan untuk membagi-bagikan buku-buku itu ke jajarannya. Selain itu, dia juga berencana mengundang penulis buku-buku tersebut Dr Aqua Dwipayana untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya.

baca juga: Menginspirasi saat Pandemi, PLN Beri Penghargaan Wirausaha Tangguh 2021

"Pak Aqua akan saya undang untuk memotivasi teman-teman. Sebaiknya ketemu langsung daripada lewat zoom. Rasanya beda sekali pertemuan tatap muka dibandingkan online," kata Hendra saat menjamu makan malam Dr Aqua di Resto Bali Nikmat Denpasar, Senin 21 Juni 2021 malam.

Saat itu, Hendra didampingi Regional Transaction & Consumer Head Winardi Legowo, Regional Chief Financial Officer Divva, dan Transaction Banking Retail Head Erik Dolly.

baca juga: Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana Apresiasi Kinerja Media Centre PON XX Papua

Hendra banyak bercerita kondisi Bali selama pandemi Covid-19 dan terkait dengan perbankan. Bersama jajarannya, mantan Regional CEO Bank Mandiri Region XII Papua ini juga menyebut bahwa dirinya akan terus berusaha untuk mempertahankan kinerjanya, meski tantangan cukup besar.

"Harus selalu optimis Pak Aqua . Kepada teman-teman pebisnis di Bali saya sarankan untuk memperbanyak kegiatan yang dapat menarik banyak orang datang ke sini," ujarnya.

baca juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Akan Buka Penerbangan Internasional, Ini Kata Presiden Jokowi

Saat pertemuan tersebut, Dr Aqua memberikan buku Trilogi The Power of Silaturahim karyanya kepada Hendra. Ketiga buku itu berjudul "The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi", "Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)" serta "Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama". Ketiga buku itu sudah dicetak total 200 ribu eksemplar. Dalam waktu dekat akan dicetak ulang sebanyak 30 ribu eksemplar.

Pertemuan Hendra dengan Dr Aqua Dwipayana menjadi salah satu kegiatan silaturahim Dr Aqua di Provinsi Bali . Selama lebih kurang 10 jam, Dr Aqua memanfaatkan benar waktunya untuk bisa bertemu dan bersilaturahim dengan relasinya di Bali yang berasal dari beragam latar belakang

baca juga: Keikhlasan dan Kesabaran Istri Prajurit Dorong Keberhasilan Tugas Suami Demi NKRI

Mengawali silaturahimnya, Dr Aqua bertemu dengan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Bali -Nusa Tenggara-Papua Toto Suharto. Mereka jumpa di di Bandara Internasional I Gust Ngurah Rai.

Begitu masuk ke terminal kedatangan Bandara tersebut, Dr Aqua menerima pesan WA dari Toto. "Bapak Aqua sudah mendarat? Saya menunggu di pintu keluar."

Mereka kemudian ngobrol di salah satu resto di sana. Toto menceritakan kinerja perusahaan yang dipimpinnya terimbas pandemi Covid-19. Sejak tahun lalu banyak pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT).

"Kami sangat memahami hal tersebut. Saya bersama seluruh jajaran mulai dari Bali sampai Papua terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada semua pekerja yang merupakan anggota BPJS Ketenagakerjaan," ujar bapak dua anak tersebut.

Begitu Toto tahu bahwa Dr Aqua adalah motivator , laki-laki asal Cirebon, Jawa Barat itu langsung merencanakan untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya. Jika sudah ada jadwalnya, akan diberitahu kepada penulis buku "super best seller" Trilogi The Power of Silaturahim itu.

Toto merasa perlu membuat sesi motivasi buat jajarannya agar mereka tetap semangat untuk meningkatkan kinerjanya selama pandemi Covid-19. Prioritasnya adalah pegawai di bagian sumber daya manusia. "Kalau sudah ada jadwalnya saya infokan ke Pak Aqua . Teman-teman perlu dimotivasi agar kerjanya tetap semangat meski saat ini masih pandemi Covid-19," tambah Toto.

Menjelang sore, Toto pamit untuk menuju ruang tunggu domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dia sore itu mau tugas ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sementara Dr Aqua , melanjutkan silaturahimnya ke Direktur Pemasaran Hotel Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport Bianca Rosetta. Lokasi hotelnya di kompleks Bandara tersebut. Hotel itu milik Duta Angga Realty yang Direktur Utamanya Ventje Suardana, teman akrab Dr Aqua .

Kepada Dr Aqua , Bianca cerita banyak tentang kondisi hotelnya selama Pandemi Covid-19. Untuk efisiensi dengan terpaksa sebagian karyawan di-PHK. Keputusan itu harus dilakukan agar kegiatan bisnisnya tetap jalan.

Perempuan asal Surabaya itu memberikan kabar gembira. Mulai awal Juni 2021 tamu hotelnya semakin bertambah banyak. Sampai sekarang setiap hari minimal 100 kamar yang terisi dari 288 kamar yang ada.

"Bahkan pernah 125 kamar dipesan tamu per malam. Waktu itu tamu-tamunya dari perusahaan tambang di Kalimantan Timur. Mereka mengadakan rapat di Bali ," terang Bianca.

Bersama timnya Bianca tetap semangat memasarkan Hotel Hilton Garden Inn Bali Ngurah Rai Airport. Apalag lokasi hotelnya strategis. Saat ketemu Dr Aqua , dia baru saja menemui relasinya dalam upaya memelihara jaringan.

Kemudian Dr Aqua silaturahim ke Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Bali , Lantamal V Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana di kantornya. Dengan ramah, Komang menyambut dosen luar biasa Ilmu Komunikasi di semua Sekolah Staf dan Komando di lingkungan TNI tersebut.

Saat menemui Dr Aqua , Komang didampingi para stafnya. Mereka adalah Palaksa Letkol Laut (P) Agus Ali Hardono, Pasops Mayor Laut (P) Ketut Pastika, Pasprogar Mayor Laut (KH) I Dewa Ketut Dana Susila, Paspotmar Mayor Mar I Nyoman Suarmika, Pasmin Mayor Laut (S/W) Ni Nyoman Nuriani, Dandenpom Mayor Laut (PM) Bondan Kejawan, dan Dansub Unit Intel Letda Laut (S) Brahmoko Setiaji.

Meski baru sekitar tiga bulan bertugas di daerah asalnya, namun sudah banyak yang dilakukan Komang bersama jajarannya. Di antaranya membagikan ribuan sembako kepada masyarakat.

"Warga Bali sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Banyak yang mengalami PHK. Bantuan sembako yang kami berikan bersama mitra sangat bermanfaat buat semua penerimanya. Jumlahnya lumayan banyak, mencapai ribuan paket sembako," jelas Komang yang rendah hati.

Bangun Jembatan

Tidak hanya itu, bersama Yayasan Mandana Metta Caritas, Lanal Bali menggelar karya bakti membangun jembatan yang menghubungkan desa Subaya dan Desa Tejakula di Kabupaten Bangli, Bali . Kegiatan sosial ini, lanjut Komang, dilakukan untuk mendukung kelancaran perekonomian antardesa supaya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana.

Peresmian jembatan Bahari-Mulia Abadi itu dilakukan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono lewat video conference dari Wisma Elang Laut Jakarta, pada Minggu, 6 Juni 2021 lalu.

Hadir pada peresmian jembatan dengan panjang 15 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 3 meter ini, Asisten Potensi Maritim KSAL Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, Komang, Kadis PU Pemprov Bali Nusakti Weda yang mewakili Gubernur Bali , Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Ketua Yayasan Mandana Metta Caritas Muliadi Ali, tokoh masyarakat, kepala desa dan masyarakat Desa Subaya.

Sebelumnya, jembatan penghubung dua desa tersebut terbuat dari bambu dan gedeg. Saat hujan biasanya hanyut terbawa banjir bandang yang menyebabkan desa berpenduduk 22 KK atau sekitar 75 Jiwa ini sering terisolir.

Dalam sambutannya Yudo mengatakan peresmian jembatan di Desa Subaya merupakan wujud nyata peran TNI AL secara khusus dalam bidang pemberdayaan wilayah pertahanan laut.

"TNI AL sebagai komponen utama pertahanan negara bertanggung jawab membangun kekuatan pertahanan lewat pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim yang merupakan bagian komponen bangsa untuk mendukung ketahanan nasional," terang Yudo.

Selanjutnya Dr Aqua menemui Regional CEO Garuda Indonesia Bali dan Nusa Tenggara Dewa Rai. Keduanya teman akrab. Mereka sudah lama tidak ketemu. Terakhir jumpa pada 2018 lalu di Paris, Perancis saat Dr Aqua bersama putra bungsunya Savero Karamiveta Dwipayana.

Dewa menyampaikan berbagai upaya yang dilakukannya bersama tim agar operasional Garuda Indonesia bisa bertahan di wilayah kerjanya. Meski diakui cukup berat dan harus kerja keras.

Mantan General Manager Garuda Indonesia di Korea Selatan ini tetap semangat. Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar kondisi bisnis termasuk di transportasi udara kembali normal.

"Meski kondisinya cukup berat namun harus tetap semangat. Saya terus menyemangati teman-teman. Apalagi rute Bali termasuk potensial buat Garuda Indonesia," ungkap Dewa yang sangat senang dengan kedatangan Dr Aqua .(*/rel)

Editor: Riki