Ratusan Napi Nikmati Pertunjukan Seni Budaya di Lapas Pariaman

Pertunjukan Ratu Managemen
Pertunjukan Ratu Managemen (Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Ratusan narapidana di Lapas Pariaman antusias menonton pertunjukan seni budaya yang digagas oleh Margin X dan Darak Badarak, Rabu (23/6/2021).

Pertunjukan seni budaya tersebut bertema Panggung Keakraban "Terkurung Bukan Berarti Tak Berbudaya" dan dimeriahkan oleh Darak Badarak, Calon Pemusik Negeri Sipil, Ratu Managemen, Si Boy dan pertujukan lukis mural.

baca juga: Andre Rosiade Kembali Boyong Kepala Daerah di Sumbar Temui Menteri PUPR

Kepala Lapas Pariaman , Eddy Junaedi mengatakan, pertunjukan tersebut secara khusus memang diperuntukan untuk narapidana. "Selain untuk hiburan, pertunjukan ini untuk memotifasi warga binaan. Adapun proses pertunjukan seni juga dapat dijadikan untuk acuan menggali potensi narapidana di bidang seni pertunjukan," ungkap Eddy Junaedi, Kepala Lapas Pariaman , Rabu 23 Juni 2021.

Lebih lanjut Eddy menuturkan, kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi Covid 19. Sementara itu, manager pertunjukan bernama Ribut menjelaskan bahwa pertunjukan melewati proses observasi atau kajian lingkungan narapidana.

baca juga: Buka Bimtek PPID, Bupati Pessel: Keterbukaan Informasi Publik Harus Sampai Seluas-luasnya untuk Masyarakat

"Karya-karya yang ditampilkan dekat dengan aktifitas di lapas , menyoal berbagai kegiatan narapidana. Sehingga pertunjukan cocok dengan keadaan dan mudah diterima oleh narapidana," kata Ribut.

Dia mengatakan pertunjukan dimeriahkan oleh berbagai kesenian yang ada di Sumbar dan disponsori oleh PT. Djarum.

baca juga: Selain Pelanggaran, Satlantas Polres Pessel Utamakan Edukasi Prokes Selama Operasi Patuh 2021

Pantauan KLIKPOSITIF , ratusan narapidana tampak antusias menonton pertunjukan. Narapidana tampak terhibur dan ikut larut dalam pertunjukan sehingga mereka ikut bergoyang. Kendatipun mereka pernah melakukan kesalahan dan di hukum penjara, narapidana juga manusia yang butuh hiburan.

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani