BPBD: Sumbar Waspada Banjir dan Longsor Sampai Januari 2017

Banjir Jambak (ilustrasi)
Banjir Jambak (ilustrasi) (klikpositif/ Man St Pambangun)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Sumatera Barat, menyatakan, hingga Januari 2017 provinsi itu waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor karena puncak musim hujan diperkirakan sampai awal tahun mendatang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Pagar Negara, di Padang, Senin 28 November 2016, mengatakan Sumbar waspada banjir dan longsor hingga Januari 2017, dimana puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember 2016, sebab itu masyarakat diminta untuk tanggap terhadap kemungkinan banjir dan tanah longsor, terutama beberapa daerah yang dianggap rawan bencana, seperti Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, dan daerah lainnya.

baca juga: Kelompok Jurnalis Jadi Salah Satu Tim Terbaik Perancang Infografis Kebencanaan

"Untuk antisipasi terhadap kemungkinan banjir dan longsor tersebut, surat edaran Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga telah disebarkan pada BPBD kabupaten dan kota di provinsi ini," kata Pagar.

Ia menambahkan, selain itu, keperluan BPBD berupa logustik dan perlengkapan jika terjadi bencana juga telah disalurjan pada masing-masing kabupaten di Sumbar.

baca juga: PKSI Kota Solok Bantu Baju Hazmat Untuk Petugas BPBD

Surat edaran yang di tanda tangani oleh gubernur Sumbar dengan nomor 360/985/KL- BPBD /2016, tentang peningkatan kewaspadaan terhadap pergerakan tanah dan banjir bandang.

Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari surat kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dengan nomor 5749/45/BGL/2016 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap banjir dan nomor 6131/45/BGL/2016, tentang peningkatan peningkatan kewaspadaan tergadap pergerakan tanah dan banjir bandang, tertanggal 7 November 2016.

baca juga: Mantan Kalaksa BPBD Payakumbuh Yufnani Away Masuki Purna Tugas

Surat edaran gubernur Sumbar tersebut berisi enam poin, yang diantaranya meminta setiap kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, dengan bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, bagi daerah yang teridentifikasi pergerakan tanah dan banjir bandang juga diminta untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan dari hulu sampai hilir sungai untuk mengetahui bagian sungai yang akan dikhawatirkan akan menahan genangan sewaktu curah hujan tinggi untuk melakukan antisipasi dan mitigasi bersama semua unsur terkait.

baca juga: BPBD Padang Sebut Shelter Pasar Raya Paling Bagus Hadapi Bencana

"Jika daerah membutuhkan bantuan teknis dari BPBD Sumbar, pemerintah kabupaten dan kota dalam surat edaran tersebut dijelaskan juga dapat berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk penelusuran atau pemeriksaan lapangan terhadap ancaman bencana," tegasnya. (*)

Penulis: Eko Fajri