Papaji Sumbar Gelar Latpres: Ajang Silaturahmi Antar Penghobi dan Peternak Ayam Ketangkasan

Proses penimbangan ayam sebelum ditandingkan
Proses penimbangan ayam sebelum ditandingkan (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dua ayam jago saling mendekat dalam arena berbentuk lingkaran berdiameter 3 meter dengan penyekat setinggi 50 sentimeter. Tak berselang lama, dua ayam itu saling terkam, beradu cakar, dan saling mematuk. Selang 15 menit, adu tanding ayam itu pun berakhir. Ayam tidak terluka parah, juga tidak ada uang yang dipertaruhkan.

Dua jago yang bertanding itu milik botoh Michael Kaban dari Kandang Dadok Terpencil dengan ayam Heru Cahyono yang merupakan pembina Papaji Sumbar. Dalam gelaran Latihan Prestasi (Latpres) ayam muda untuk dipasarkan kepada penghobi.

baca juga: Kelompok Peternak di Kota Solok Kembangkan Pakan Ternak Berbiaya Murah

Latpres itu dilakukan Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia (Papaji) Sumatera Barat di stadium Papaji Sumbar di kawasan Batang Anai, Padang Pariaman, Minggu, 27 Juni 2021.

Ketua Papaji Pengda Sumbar Herri Usdika Razi menjelaskan, Latpres merupakan ajang silaturahmi antar penghobi dan peternak ayam ketangkasan. Ajang tersebut sebagai wadah bagi peternak untuk melihat peningkatan dan perkembangan pembibitan ayam ketangkasan.

baca juga: Belum Sepepuler Anggrek, Hoya Miliki Nilai Jual Tinggi dan Bahan Obat Tradisional

"Karena kami gelar saat Pandemi Covid-19, semua mengikuti protokol kesehatan. Wajib pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dab jaga jarak, serta membatasi peserta," terangnya.

Herri menerangkan, sebelum bertanding ayam akan ditimbang dan ditandingkan sesuai kelas yang berpedoman pada berat ayam . Selian itu, jalu ayam dibungkus agar tidak mengenai lawannya.

baca juga: Kota Solok Laksanakan Gebyar Vaksin Remaja Sumbar

"Ditandingkan sesuai berat saat ditimbang, contohnya berat 3,3 kg bertanding dengan berat yang sama," jelasnya.

Sementara itu, Pembina Papaji Sumbar Heru Cahyono menambahkan, ayam yang berprestasi atau menang dalam laga Latpres mendapatkan sertifikat dan jamu Mbah Joyo. Heru berharap walaupun pandemi Covid-19 tidak menghalangi semangat Papaji Sumbar untuk berkegiatan.

baca juga: Diskominfotik Sumbar bersama KPID dan Polda Sumbar akan Tertibkan TV Kabel Ilegal

"Ini sebagai bentuk menjaga ritme silaturahmi, walaupun pandemi Covid-19 tidak memudarkan semangat silaturahmi. Mudah-mudahan Covid-19 cepat berlalu dan Papaji Sumbar bisa menggelar kontes seperti tahun sebelumnya," katanya.

Disampaikan Heru, pada setiap agenda Papaji Sumbar tidak terlepas dari dukungan, arahan dan bantuan dari Penasehat Papaji Sumbar Dasril Bayu Andika dan penasehat serta pembina lainnya.

"Penasehat dan pembina selalu memberikan suport, semangat dan arahan untuk kemajuan Papaji Sumbar, bahkan juga memberikan donatur buat berjalannya acara papaji," ungkapnya.

Untuk diketahui Latpres Papaji Sumatera diikuti oleh Tim Unity Yokere Padang dan Tim Perkumpulan Penggemar Ayam Indonesia (PPAI) Sumbar. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir