Kampung Sarugo, Menjaga Geliat Wisata di Tengah Pendemi

Rumah Gadang di Kampung Sarugo
Rumah Gadang di Kampung Sarugo (KLIKPOSITIF/Ramadhani)

KLIKPOSITIF -- Saat seluruh sektor pariwisata di nusantara ini tersengal-sengal dipukul pandemi, sebuah nagari di pelosok Minangkabau mencuat ke permukaan. Kampung Sarugo , muncul di tengah peta pariwisata nusantara saat orang-orang disarankan pemerintah untuk mengurung diri di rumah.

Kampung Sarugo , berarti kampung surga. Namun Sarugo sesungguhnya adalah singkatan dari Saribu Gonjong yang mengacu pada banyaknya rumah adat Minangkabau yang masih berdiri dan berfungsi di daerah ini. Rumah besar dengan atap-atap lancip menuncucuk langit. Sejatinya Kampung Sarugo adalah desa wisata yang terletak di Jorong Sungai Dadok Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. 90 Menit berkendara dari Kota Payakumbuh .

baca juga: Baru Tiga Fasilitas Lapangan di GOR Tipe B Payakumbuh yang Dapat Digunakan

Zilbasariko, pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata di nagari itu mengatakan kampungnya baru memulai berbenah menjadi destinasi . Pada Agustus 2019, masyrakat mulai membuka diri untuk 'tamu-tamu." Pintu Rumah Gadang mereka terbuka untuk siapa saja yang datang.

Fasilitas cuci tangan di gerbang masuk kampung
Fasilitas cuci tangan di gerbang masuk kampung

Setelah beberapa waktu, kata Zil, orang-orang mulai datang ke kampungnya. Entah karena penasaran ingin melihat bagaimana rupa Kampung Surga, atau ingin sekadar menikmati udara pegunungan yang menenangkan, namun yang pasti para pelancong mulai berdatangan.

baca juga: Jembatan Akses Tiga Korong di Padang Pariaman Rusak Parah, Warga dan TNI Perbaiki Bersama

Setelah pandemi menyebar dan pemerintah melancarkan pembatasan berskala kecil hingga besar, dampaknya pun sampai ke Kampung Sarugo . Perlahan jumlah pengunjung menciut. Zil dan orang di kampungnya harus bersiasat menghadapi pandemi jika masih ingin bergerak di bawah payung pariwisata. Mereka membangun fasilitas-fasilitas untuk mendukung protokol Kesehatan. Tempat cuci tangan di gerbang masuk Kampung Sarugo . Keran-keran cuci tangan di bangun di sejumlah rumah, sehingga bisa diakses siapa saja. "Apa yang bisa kita perbuat sudah kita buat untuk meningkatkan rasa aman baik pada pengunjung dan juga warga," kata Zil.

Gula Enau hasil produksi warga
Gula Enau hasil produksi warga

Pada umumnya, kata Zil lagi, para tamu yang datang merupakan satu keluraga. Para tamu ini juga tidak datang dalam waktu yang bersamaan. Sehingga dengan sendirinya mereka sudah berkelompok sebagai keluarga dan berjarak-jarak. "Saya kira itu sesuai juga dengan protokol Kesehatan yang dianjurkan itu," ujarnya.

baca juga: Paguyuban Ibu-ibu Permasyarakatan Rutan Sawahlunto Hadiri Puncak Peringatan PIPAS ke-18 di Pantai Kata Pariaman

Di tengah-tengah pandemi yang masih terus berlanjut Kampung Sarugo mencatatkan prestasi yang mengejutkan. Mereka meraih piala Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Dalam peghargaan itu Kampung Sarugo mendapat kategori sebagai Kampung Adat Terpopuler. Apakah penghargaan itu akan membawa perubahan pada geliat wisata yang tengah dibangun oleh Zil dan orang-orang di kampungnya?

Warga pengunjung melintas di antara Rumah Gadang
Warga pengunjung melintas di antara Rumah Gadang

"Tidak tahu juga. Kita bisa berusaha saja sebaiknya," kata Zil.

baca juga: Dibantu UM Surakarta dan Kaltim, UMSB Akan Buka Prodi S2 Hukum

Salah satu Rumah Gadang yang masih berfungsi dan ditempati
Salah satu Rumah Gadang yang masih berfungsi dan ditempati
Kampung Sarugo
Kampung Sarugo

Editor: Ramadhani