Israel Resmi Buka Kedubes di UEA

Menlu Israel Yair Lapid berjabat tangan dengan Menlu UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab hari Selasa (29/6).
Menlu Israel Yair Lapid berjabat tangan dengan Menlu UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab hari Selasa (29/6). (AP)

KLIKPOSITIF - Israel hari Selasa (29/6) meresmikan kantor kedutaan besar di Uni Emirat Arab, sembilan bulan setelah kedua negara menandatangani perjanjian normalisasi.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid hari Selasa (29/6) meresmikan Kedutaan Besar Israel di Uni Emirat Arab, menandai kunjungan tingkat tertinggi seorang pejabat Israel ke negara di Teluk Arab itu sejak normalisasi hubungan kedua negara sembilan bulan lalu.

baca juga: Negara-negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Rumah di Yerusalem Timur

Dilansir dari VOAIndonesia, Yair Lapid bersama Menteri Kebudayaan Uni Emirat Arab Noura Al Kaabi, bergabung dengan Rabi Levi Duchman untuk meletakkan mezuzah di pintu kedutaan yang baru diresmikan.

Mezuzah adalah perkamen atau kertas yang terbuat dari kulit, yang bertuliskan teks-teks agama dan dipasang di tiang pintu rumah Yahudi sebagai tanda keimanan atau doa. Biasanya mezuzah diletakkan terakhir kali di rumah atau kantor baru sebagai bagian dari peresmian tempat itu.

baca juga: Potong Berlian Hitam Langka Terbesar di Dunia dengan Berat 555,55 Karat Dipajang di Dubai

Lapid mencuit " Israel tertarik pada perdamaian dengan semua tetangganya. Kami tidak akan kemana-mana. Timur Tengah adalah rumah kami. Kami tingal di sini dan kami menyerukan semua negara di kawasan untuk menyadari hal ini."

Ia kemudian bertemu dengan mitranya, Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan di ibu kota Abu Dhabi, dan kembali mencuit foto ketika ia bersalaman tak lama setelah pembukaan kantor kedutaan itu.

baca juga: Citizen Scientist Temukan Planet Baru Seperti Jupiter

Normalisasi Hubungan Israel dengan 4 Negara Arab, Picu Kemarahan Palestina

Selain dengan Uni Emirat Arab, Israel tahun lalu juga menormalisasi hubungan dengan Bahrain, Maroko dan Sudan. Langkah ini dikecam luas oleh Palestina . Perjanjian pemulihan hubungan itu melanggar kebijakan Liga Arab untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel hingga negara itu berdamai dengan Palestina .

baca juga: Amerika Catatkan Rekor Kasus Covid-19 dengan 1,13 Juta Kasus Harian

Hazem Qassem, juru bicara Hamas, gerakan Islam di Pakistan yang memerintah di Gaza, mengatakan pembukaan Kedutaan Besar Israel itu menunjukkan bahwa Uni Emirat Arab "tetap" berbuat "dosa" dengan mewujudkan perjanjian normalisasi itu.

Dalam perkembangan lainnya Bahrain pada hari Selasa juga menunjuk duta besar pertama untuk Israel .

Lapid adalah mantan pembawa acara televisi berhaluan tengah yang dengan gigih menyatukan koalisi baru Israel , mengakhiri masa jabatan Netanyahu selama lebih dari satu dekade sebagai perdana menteri. Ia telah berupaya keras melepaskan diri dari kebijakan saingannya, dengan mengatakan pemerintahan Netanyahu telah melakukan "pertaruhan yang mengerikan" dengan hanya memusatkan perhatian pada Partai Republik saja.

Editor: Eko Fajri