Pesan Gubernur Kepada Peserta Sumbar yang Ikut Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah

Peserta muhibah budaya dan festival jalur rempah 2021 didampingi Kadis Kebudayaan Gemala Ranti bertemu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Padang, Kamis (1/7).
Peserta muhibah budaya dan festival jalur rempah 2021 didampingi Kadis Kebudayaan Gemala Ranti bertemu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Padang, Kamis (1/7). (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Lima putra-putri asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang terpilih untuk bergabung dan berlayar dalam kegiatan muhibah budaya dan festival jalur rempah 2021 bertemu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Padang, Kamis (1/7).

Pada kesempatan itu Mahyeldi menyampaikan, para peserta harus memahami sejarah. Terutama tentang tokoh-tokoh pemersatu bangsa dari Ranah Minang.

baca juga: Pergeseran Jabatan, Gubernur Sumbar Lantik Dua Pejabat Eselon II

"Sejarah tentang jalur rempah tentu sangat penting, tetapi sejarah perjuangan masyarakat serta tokoh-tokoh pemersatu bangsa dari Sumbar juga harus dipahami, untuk dibagikan dalam forum-forum diskusi," katanya.

Ia mengatakan itu, saat menerima lima putra-putri utusan Sumbar didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti dan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Wilayah Sumbar, Undri di Istana Gubernuran.

baca juga: Sumbar Targetkan Geopark Ranah Minang Jadi UNESCO Global Park Pada 2023

Menurutnya, Sumbar memiliki sejarah yang harum dalam pentas perjuangan bangsa demikian dengan tokoh-tokoh pejuang yang berperan dalam pembentukan NKRI. "Memahami sejarah bukan untuk dibangga-banggakan. Tetapi untuk dijadikan sebagai pembakar semangat nasionalisme generasi muda, guna berperan aktif kembali di pentas nasional," katanya.

Terkait sejarah jalur rempah yang ada di Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meminta kegiatan itu tidak hanya bernilai sampai pada nilai-nilai sejarah dan budaya , tetapi juga harus dijajaki relevansinya dengan bidang ekonomi.

baca juga: Wagub Sumbar: Curang Saat Tes CPNS Rugikan Diri Sendiri

Rempah yang pernah tumbuh di Sumbar, menjadi salah satu magnet penarik bangsa Eropa untuk datang pada abad 19 itu, kemungkinan masih menjadi potensi yang bisa dibangkitkan kembali.

Informasi dan data tentang hal itu hendaknya juga digali. Sehingga, kegiatan muhibah budaya dan festival jalur rempah itu juga bisa memberikan efek positif pada perekonomian.

baca juga: Gubernur: Lembaga Pendidikan Tinggi Harus Miliki Keunggulan Agar Berkembang

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengatakan, sebelum memulai pelayaran pada 17 Agustus 2021 nanti, peserta dari seluruh Indonesia, termasuk Sumbar akan mendapat pengarahan terlebih dahulu. Pengarahan terkait tentang teknis pemberangkatan serta kegiatan yang akan diikuti selama 40 hari acara

Ia mengatakan, informasi terakhir ada perubahan rute pelayaran, yang sebelumnya 13 titik berkurang menjadi tujuh titik saja. Yaitu, Surabaya-Makassar-Banjarmasin-Tanjung Uban-Jakarta-Semarang dan Benoa. Pelabuhan Teluk Bayur yang awalnya masuk menjadi salahsatu tempat bersandar, termasuk dalam tempat yang dikurangi.

"Teknis pemberangkatan akan diatur langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . Kita juga menunggu informasi itu," ujarnya.

Gemala Ranti menyebut, selama kegiatan, lima pemuda asal Sumbar akan bertukar informasi budaya dan rempah pada rekan lainnya, serta dengan masyarakat di jalur yang dilalui.

Khazanah budaya di Sumbar yang disebarluaskan tidak sekadar tentang kulinernya yang lezat, namun juga sejarah daerah ini yang juga memiliki peran penting dalam perdagangan rempah ke luar negeri.

Lima putera-puteri asal Sumbar yang terpilih mengikuti muhibah budaya dan festival rempah yakni, Nico Nofrialdo (Kota Pariaman), Muhammad Rizki (Kabupaten Limapuluh Kota), Adhiya Alfi Zikri (Kabupaten Pesisir Selatan), Bayu Dwi Aditya (Kabupaten Pesisir Selatan), Bella Yulianti (Kabupaten Pesisir Selatan). (*)

Editor: Joni Abdul Kasir