Dilaporkan Rampas Tanah Warga, Dodi Hendra : Tanah Itu Saya Beli

Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra
Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra (Ist)

Solok, Klikpositif - Ketua DPRD Kabupaten Solok , Dodi Hendra membantah dirinya telah melakukan perampasan hak milik atas tanah warga di jorong Simpang Empat, Nagari Koto Hilalang, Kabupaten Solok .

Menurutnya, tanah yang diperkarakan oleh pelapor ke Mapolres Solok merupakan tanah miliknya yang sudah dibeli secara sah kepada Rahmawati, dan disaksikan oleh anaknya Wijaya Taulani.

baca juga: Bupati Solok Prioritaskan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

"Proses jual beli itu di notaris dan disaksikan langsung oleh Minik Dt. Rajo Dihilie sebagai Ninik mamak yang menguasai tanah tersebut dan dihadiri Hj. Rahmawati sebagai penjual dan anaknya Wijaya Taulani," ungkap Dodi Hendra.

Memang, terangnya, pasca proses jual beli yang dilakukan pada 18 November 2013 lalu itu, belum dilakukan pemecahan sertifikat induk lantaran penjual berdalih saat itu sertifikat tinggal di Medan.

baca juga: Tiga Makam Bocah di Nagari Surian Solok Dibongkar, Ini Penyebabnya

"Sekitar 2017, tanah tersebut malah dijual ke orang lain dan pernah saya laporkan ke Polsek Kubung, saat itu didepan penyidik, penjual mengaku sertifikat hilang," papar Dodi.

Dodi menegaskan, dirinya masih mengantongi surat jual beli, PJB lengkap dan lunas disertai kwitansi. Kendati demikian, Dodi mengaku menghormati proses hukum yang berjalan.

baca juga: KUA dan PPAS Perubahan APBD Kota Solok 2021 Disepakati

"Tanah itu secara sah dilakukan jual beli dan dibuktikan dengan akte jual beli di notaris Pasnelyza Karani pada 18 November 2013 lalu, lengkap dengan bukti lainnya," paparnya.

Dodi meminta masyarakat untuk tidak reaktif terhadap laporan yang disampaikan ke Mapolres Solok terhadap dirinya. "Hormati proses hukum berjalan dan mari jaga kondusifitas," tutupnya.

baca juga: Dampak Pandemi, DAU Kabupaten Solok Dipangkas Rp21 Miliar

Sebelumnya, Dodi Hendra yang saat ini menjabat ketua DPRD Kabupaten Solok dilaporkan oleh Adiwijoyo (48) atas dugaan perampasan hak tanah di kawasan jorong Simpang Empat, Nagari Koto Hilalang, Kabupaten Solok .

Editor: Syafriadi