Masuk 3 Besar di Sumbar, Aset Bank Nagari di Pessel Capai Rp1,7 Triliun

Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Helfiyanrika
Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Helfiyanrika (ist)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Bank Nagari Cabang Painan mencatat, dari dua cabang di Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ) tercatat aset mencapai Rp1.7 triliun. Dengan jumlah aset Bank Nagari di Pessel termasuk 3 besar dari cabang kabupaten/kota di Sumbar .

Pimpinan Cabang Painan, Helfiyanrika mengungkapkan, besarnya pencatatan aset di Pessel itu sesuai dengan perkembangan bisnis Bank Nagari di Pesisir Selatan. Dari total nilai aset, sekitar Rp1 triliun di Cabang Painan. Sisanya di kisaran Rp700 miliar ada di Cabang Tapan.

baca juga: Gelombang Mutasi Bergulir di Pessel, 7 Camat dan 58 Kepsek SMP Diganti

"Tapi, memang yang besar itu tepat di Padang," ungkapnya pada KLIKPOSITIF .

Di Pesisir Selatan, menurut Helfiyanrika, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perbankan itu punya 2 cabang, Painan dan Tapan. Dari dua cabang itu, ada beberapa unit mulai dari Kecamatan Koto XI Tarusan sampai Balai Selasa Kecamatan Ranah Pesisir.

baca juga: Tinjau Kebakaran Pasar Kambang, Bupati Pessel Janjikan Hal Ini untuk Pedagang

Sedangkan untuk Cabang Tapan mulai dari Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti sampai Silaut. Menurutnya, baiknya bisnis Bank milik daerah itu di Pesisir Selatan ditandai dengan kian pesatnya pertumbuhan kinerja dari sejumlah pembiayaan. Per 23 Juni 2021, total pembiayaan yang telah dikucurkan mencapai Rp 995 miliar. Sedangkan pendanaan yang dihimpun dari Dana Pihak Ketiga (DPK) hanya Rp 343 miliar saja.

"Ya, sudah lebih dari 200 persen. Kini baru pertengahan tahun saja. Sebagian besar dari kredit yang disalurkan adalah kredit konsumtif," terangnya.

baca juga: Kebakaran Pasar Kambang, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Tidak hanya dari sisi pembiayaan, kinerja kredit macet juga tercatat kecil. Jelang penghujung tahun ini hanya sebesar 2,11 persen saja dari total pembiayaan yang disalurkan.

Kedepan, sebutnya, guna meminimalisir resiko kredit macet, Bank Nagari terus memberikan pendampingan usaha pada tiap nasabah. Selain itu, mengakomodir persoalan kelancaran dari nasabah.

baca juga: Bertambah Rp18 Miliar, Ranperda APBD -P Pessel 2021 Disetujui Jadi Perda

Bank harus mampu memberikan solusi pada nasabah yang bermasalah. Tidak boleh kaku. "Nah, upaya ini ternyata sangat efektif menekan jumlah kredit bermasalah," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani