Ini Tiga OPD dengan Serapan Anggaran Terendah di Pessel

Pj. Sekdakab Pessel, Luhur Budianda saat diwawancara wartawan diruangnya
Pj. Sekdakab Pessel, Luhur Budianda saat diwawancara wartawan diruangnya (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat, mencatat hingga akhir semester 1 APBD 2021 masih ada capaian realisasi serapan anggaran OPD hanya sampai di angka 3,20 persen.

Pj Sekretaris Daerah Pessel , Luhur Budianda mencatat, dari 30 OPD yang terdaftar, diantaranya tercatat paling rendah sampai per 30 Juni 2021, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di angka 3,20 persen dari total anggaran Rp6,4 miliar.

baca juga: Bertambah Rp18 Miliar, Ranperda APBD -P Pessel 2021 Disetujui Jadi Perda

Lalu, terendah kedua Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) di angka 16,75 persen dari total Rp277,9 miliar, dan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Perindustrian di angka 18,45 persen dari total Rp23 miliar.

Menurutnya, bervariasi serapan anggaran masing-masing OPD ini akan menjadi evaluasi dalam percepatan target serapan anggaran daerah, mulai dari pembenahan kegiatan termasuk reward dan punishment atau hukuman bagi OPD yang tercatat lambat.

baca juga: Jadi Sorotan, Belum Berumur Satu Tahun Masjid Terapung di Carocok Painan Pessel Sudah Rusak

"Seharusnya ada reward and punishment bagi OPD. Ini akan kita bicara dengan pak Bupati dan Wakil Bupati," terangnya.

Diketahui hasil realisasi APBD Pessel 2021 hingga per 30 Juni, dari total Rp1,6 triliun serapan anggaran daerah ini baru mencapai angka 30.55 persen. Seharusnya, berdasarkan target sudah harus mencapai 45 persen.

baca juga: Bawa Kabur Sepeda Motor Tukang Ojek, Dua Pelaku Dibekuk Polres Pessel

Menurut Luhur Budianda, memang secara keseluruhan lambatnya realisasi APBD 2021 semester I ini karena adanya 3 kali refocusing anggaran untuk Covid-19. Namun, kendati demikian persoalan internal OPD juga menjadi evaluasi. Karena, tidak seluruh OPD dengan catatan rendah.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi