Beredar Video Mata Seorang Warga Berdarah Dekat Pos Penyekatan Padang-Solok, Ini Kata Polisi

Tangakapan layar video yang beredar di medsos
Tangakapan layar video yang beredar di medsos (Tangkapan layar)

KLIKPOSITIF - Video seorang yang tengah berada di pos penyekatan antara Kota Padang dan Solok dengan kondisi mata berdarah beredar di Medsos , Sabtu (17/7/2021).

Dalam video yang beredar tersebut, terlihat seorang pria dengan kemeja lengan pendek dan celana celana jeans terluka di bagian mata dan wajahnya.

baca juga: Pemerintah Tetapkan Standar Kelulusan CPNS 2021, Ini Info Lengkapnya

Pria dalam video durasi 2 menit 8 detik mengatakan berasal dari Kota Padang, sebelumnya telah melapor pada salah seorang anggota di pos penyekatan itu untuk bisa lewat ke Kota Solok.

"Ini proses penyekatan antara batas Padang dan Solok. Kebetulan saya baru lewat, saya mutar aja untuk lihat truk kita yang terbalik di sana. Saya tadi melapor disini mau keluar tidak lebih 30 menit. Rumah saya di Padang," kata pria di video itu.

baca juga: RS Hampir Penuh, Luhut Minta Pemda DIY Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur

Ia menambahkan, saya mau balik lagi ke rumah, sampai disini dihambat ditanya sama siapa tadi melapor.

"Karena petugas banyak saya lupa sama siapa. Akhirnya saya didorong pak, saya memegang pena pak dan tertusuk ke mata saya pak, sudah buta pak," katanya di video itu.

baca juga: Kebijakan PSBB Hingga PPKM Tidak Akan Efektif Tanpa Testing dan Tracing yang Masif

Dalam video itu, ia menyebut nama pak Nesmon.

"Ini ada pak Nesmon, saya baru lewat pak ya ditanya sama siapa melapor, tapi saya tidak ingat dengan siapa melapor karena banyak," katanya.

baca juga: Unggah Potret Ariel Tatum di Ranjang, Komen Ayu Dewi Diserbu Netizen

"Saya tidak ada ke luar kota pak, saya masih di dalam Padang pak," sambungnya.

Sehubungan dengan video itu, Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/7/2021) sekitar pukul 02.30 malam, katanya pada kata Sumbar, jaringan KLIKPOSITIF .com.

Ia menjelaskan, pria tersebut bernama Awaludin Rao dari Tapanuli Selatan, saat ditanya ia tidak bisa menunjukkan syarat masuk Kota Padang.

Kemudian Awaludin Rao mengaku tinggal di Padang tetapi tidak bisa memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Padang.

"Saat ditanya siapa yang mendorong, yang bersangkutan juga tidak bisa menunjukkan karena petugas disini ada 15 orang," ujarnya.

Lija Nesmon melanjutkan, usai berdarah itu, ia ikut mengantarkan Awaludin Rao tersebut ke klinik untuk mendapatkan perawatan.

"Usai dilakukan penanganan, yang bersangkutan meminta terimakasih telah diantarkan ke klinik karena kalau datang sendiri dikira terkena Covid-19. Malam itu sudah bersalam-salaman, dan taunya videonya sudah viral saja," kata dia.

Editor: Eko Fajri