Aparat di Lapangan Diminta Humanis dan Manusiawi, Mendagri : Tidak Menggunakan Kekerasan Eksesif

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

KLIKPOSITIF - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Muhammad Tito Karnavian menekankan agar penegakan hukum dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dilaksanakan secara tegas, namun humanis dan tetap manusiawi.

Mendagri berharap kasus kekerasan dalam penegakan aturan PPKM yang dilakukan Satpol PP seperti yang terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan, tidak terulang kembali. Mendagri menyebut pihaknya telah melakukan penindakan terhadap petugas itu

baca juga: Ini Indikator Terbaru Penetapan Level PPKM oleh Pemerintah

"Bapak Presiden memberikan penekanan yaitu agar dilakukan dengan cara-cara yang humanis, kemudian santun, kemudian manusiawi, tidak berlebihan meskipun tetap tegas," ujar Tito dalam Keterangan Pers Bersama mengenai Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/07/2021) malam, secara virtual.

Mendagri menyampaikan, pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat melalui kerangka PPKM ini diambil pemerintah demi keselamatan rakyat di tengah pandemi COVID-19.

baca juga: Ditegur Mendagri Belum Bayar Insentif Naskes, Pemko Padang: Insentif Nakes Hingga Juli 2021 Telah Diserahkan

"Pembatasan kegiatan itu pasti tidak akan mengenakkan karena ini mengurangifreedomtapi memang harus dilakukan dalam rangka untuk keselamatan rakyat. Keselamatan rakyat adalah yang utama," ujar Mendagri .

Tito juga menekankan agar aparat penegak hukum maupun Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah menjalankan profesinya sesuai kode etik dan nilai-nilai kemanusiaan.

baca juga: Ikuti Rakorwasdanas 2021, Pemko Payakumbuh Perkuat Internal Untuk Cegah Korupsi

"Perlu ada langkah-langkah tegas tapi, sekali lagi, humanis, santun, manusiawi dan tidak berlebihan, tidak menggunakan kekerasan eksesif," tegasnya.

Editor: Haswandi