CPNS di Kota Padang: 2 Formasi Ini Belum Ada yang Melengkapi Berkas, Peluang Besar Bagi yang Ingin Daftar

.
. (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dari banyaknya formasi yang dibuka untuk seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) tahun 2021, masih ada formasi yang belum terisi.

"Ada dua formasi yang kurang peminatnya sampai saat ini. Bahkan kami belum menerima formulir pendaftaran untuk formasi ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi ASN, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Romy Elpa Segas.

baca juga: Pemerintah Tetapkan Standar Kelulusan CPNS 2021, Ini Info Lengkapnya

Menurutnya, formasi tersebut adalah Ahli Pertama Penata Anestesi dan Ahli Pertama Entomolog Kesehatan belum ada yang menyelesaikan pengiriman berkas pendaftaran.

"Dua formasi tersebut baru diikuti satu orang yang mengisi formulir pendaftaran dan belum melengkapi berkas," lanjutnya.

baca juga: RS Hampir Penuh, Luhut Minta Pemda DIY Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur

Ia mengatakan, formasi Ahli Pertama Penata Anestesi penempatan kerja berada di RSUD dr Rasidin Padang dengan kuota satu orang CPNS .

Sementara itu, Ahli Pertama Entomolog Kesehatan akan ditempatkan di Dinas Kesehatan Kota Padang untuk satu orang PNS.

baca juga: Kebijakan PSBB Hingga PPKM Tidak Akan Efektif Tanpa Testing dan Tracing yang Masif

"Bagi lulusan kesehatan masyarakat dan perawat anestesi memiliki peluang lebih besar untuk dapat diterima pada dua formasi dimaksud karena tidak terlalu banyak pesaing," lanjutnya.

Karena alasan tersebut, ia mengimbau agar segera melakukan pendaftaran pada dua formasi tersebut hingga tanggal 26 Juli 2021 mendatang.

baca juga: Pemerintah Berencana Pindahkan Lokasi Tes CPNS Padang 2021 dari Kampus UPI ke Balai Kota, Ini Alasannya

Menurutnya, sejak dibukanya pendaftaran pada 4 Juli sudah ada hampir 3000 pelamar CPNS dan PPPK untuk Kota Padang.

Ribuan pendaftar tersebut akan bersaing untuk mendapatkan 118 formasi CPNS , 12 formasi PPPK non guru, dan 476 PPPK guru.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri