Perkuat Sektor Pertanian, Wako Riza Falepi Canangkan Pupuk Organik NPK Taniku

Perkuat Sektor Pertanian, Wako Riza Falepi Canangkan Pupuk Organik NPK Taniku
Perkuat Sektor Pertanian, Wako Riza Falepi Canangkan Pupuk Organik NPK Taniku (Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -Wali Kota Payakumbuh canangkan pupuk organik NPK Taniku, Rabu 21 Juli 2021. Pencanangan ini dilakukan terhadap tanaman jagung di Kawasan Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Riza Falepi didampingi Kadis Pertanian Depi Sastra dan Sekdis Kominfo Dasril serta Kabid TPA Dinas Pertanian Rozi mengatakan pupuk organik NPK Taniku ini adalah pupuk asal Negara Jepang yang distributornya berada di Kota Padang. Pupuk organik ini, meskipun masih tahap uji coba.

baca juga: Pemko Padang Salurkan 60 Persen Pupuk Subsidi

"Namun penggunaannya sudah dimanfaatkan di beberapa tempat seperti di Sawah Padang dan Bukit Sitabur di lahan yang dikelola oleh UPTD. Dengan dilakukan pencanangan pupuk organik ini, semoga nantinya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah pihaknya mendistribusikan kepada masyarakat khususnya petani jagung, maka nantinya petani diharapkan dapat merasakan peningkatan hasil panen jagungnya. Kemudian juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID--19.

baca juga: Terus Melonjak, Kasus Positif COVID-19 di Payakumbuh Bertambah 23 Kasus

"Dalam kesempatan ini kami juga sempatkan untuk melakukan gotong royong dan penanaman pohon di sekitar lokasi pencanangan. Kita selalu memberi contoh baik bagi masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan merawat lingkungan sekitar," kata Riza.

Sementara itu, Kadis Pertanian Depi Sastra menjelaskan untuk pengaplikasian pupuk organik ini pada jagung cukup dua kali dalam masa tanam hingga panen. Dimana satu kali masa tanam hingga panen jagung membutuhkan waktu sekitar 3,5 bulan.

baca juga: Pemko Payakumbuh Siapkan Stand Khusus Vaksinasi Bagi Lansia di Halaman Balai Kota

" Pupuk diberikan setelah usia jagung masuk satu bulan, kemudian setelah itu usia 2 bulan lebih kembali diberikan, itu sudah cukup," ujar Depi Sastra.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Khadijah