Tingkatkan Jaminan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan, Pemkab Tanah Datar dan BPJamsostek Jalin Kerja Sama

Penandatanganan kerja sama antara BPJamsostek dengan Pemkab Tanah Datar.
Penandatanganan kerja sama antara BPJamsostek dengan Pemkab Tanah Datar. (Ist)

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF - Untuk meningkatkan jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melakukan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) yang ditandai dengan penandatangan Nota Kesepakatan antara kedua belah pihak.

Dalam kesempatan itu juga dilangsungkan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun rencana kerja sebagai tindaklanjut kesepakatan kerjasama antara Bupati Tanah Datar dengan BPJamsostek.

baca juga: Direksi Mengajar Digelar di PNP, BPJS Ketenagakerjaan: Tukang Kali Kubur Juga Berhak dapat Jaminan Sosial

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian dihadiri Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Bukittinggi Ocky Olivia, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanah Datar Muhammad Afdhal, Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Datar, Kepala Dinas PMPTSP dan Naker Zarratul Khairi, pimpinan OPD terkait lainnya, di Emersia Hotel, Rabu (28/7) lalu.

Wakil Bupati Richi Aprian pada kesempatan tersebut sampaikan ucapan terima kasih kepada BPJamsostek yang telah banyak berkontribusi untuk masyarakat Tanah Datar.

baca juga: Soroti Tata Kelola Investasi, DPR Minta BPJS Ketenagakerjaan Cari Inovasi

"Pemerintah daerah menyambut baik kerjasama ini dan mendukung sepenuhnya. Selain itu saya juga memandang penting kegiatan FGD ini karena kita bersama-sama dapat merumuskan dan merencanakan langkah-langkah yang perlu diambil pada OPD-OPD terkait dalam rangka memberikan jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi orang-orang yang bekerja di lingkup OPD dan mitra atau pemangku kepentingan yang terkait," katanya.

Richi menjelaskan, berdasarkan data BPS, di Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2020 jumlah angkatan kerja yang bekerja sebanyak 170.744 orang, mereka bekerja di berbagai sektor dengan berbagai profesi atau pekerjaan, baik sebagai pekerja formal maupun informal. Sementara dari data BPJamsostek cakupan kepesertaan di Tanah Datar pada tahun 2021 baru sebanyak 19.885 orang atau sekitar sekitar 13,30 persen, berarti ada sekitar 86,70 persen orang yang belum ada jaminan sosial ketenagakerjaannya atau belum terlindungi.

baca juga: Menuju 1 Juta Peserta di Sumbar, BP Jamsostek Gelar Sosialisasi Instruksi Gubernur

"Untuk itu saya minta kepada perangkat daerah yang hadir pada FGD ini agar ikut memikirkan dan mendukung upaya pemecahan masalahnya," tegasnya.

"Sejalan dengan program penanggulangan kemiskinan, kita akan melaksanakan Gerakan Peduli Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan Pekerja Rentan, dimana kita mengajak para donatur seperti para perantau yang telah berhasil di rantau, para pengusaha, BUMN/BUMD melui dana CSR nya, Pegawai Negeri, dan para donatur lainnya untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita pekerja rentan yang nota bene termasuk rumah tangga miskin untuk mendaftarkan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar mereka juga mendapatkan jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan," harapnya.

baca juga: BP Jamsostek Cabang Padang Serahkan Ribuan Masker dan Multivitamin ke Perusahaan Binaan

Langkah awal yang dilakukan terang Richi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar merencanakan melalui KUA/PPAS tahun 2022 penganggaran dana untuk pendaftaran kepesertaan BPJamsostek bagi 302 orang dai yang melaksanakan tugas-tugas dakwahnya di Kabupaten Tanah Datar.

"Mari bersama-sama kita ajak pekerja informal seperti usaha-usaha perorangan, petani, tukang ojek, tukang bangunan perorangan petugas-petugas keagamaan, petugas-petugas sosial dan banyak pekerjaan lainnya di berbagai sektor yang sebenarnya mengandung resiko kerja, untuk mendaftarkan diri ke BPJamsostek agar mendapatkan jaminan sosial karena resiko-resiko pekerjaannya sudah dijamin oleh lembaga yang berkompeten. Siapa pun tidak menginginkan datang musibah, tetapi siapa yang bisa menduga musibah akan datang," ungkapnya.

Disebutkannya, pada 2021 ini saja sampai dengan kondisi 27 Juli 2021, BPJamsostek sudah membayarkan klaim senilai Rp43.896.506.506, suatu jumlah yang sangat besar disaat-saat pandemi COVID-19 ini.

Kepala Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Bukittinggi Ocky Olivia menyampaikan harapan dengan kerjasama ini terjadi peningkatan coverage share kepesertaan di Tanah Datar untuk masyarakat pekerja.

"Harapan kami melalui kerjasama dengan pemerintah daerah ini, seluruh pekerja di Tanah Datar, baik sektor formal, non formal, dan pekerja konstruksi dapat terlindungi dalam program BPJamsostek," ucap Ocky.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan santunan kematian kepada ahli waris petani di Nagari Gurun Sungai Tarab sebesar Rp42 juta yang sudah terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan serta penyerahan tanda kepesertaan BPJamsostek untuk 55 mubalig Tanah Datar dengan sumber dana dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perbankan. (*)

Editor: Taufik Hidayat