Sebanyak 4.328 Civitas Hospitalia M Djamil Padang Tuntas Divaksin Booster Ketiga

Vaksin Dosis Ketiga
Vaksin Dosis Ketiga (Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sebanyak 4.328 civitas hospitalia dan para relawan di Rumah Sakit Umum Pusat DR M Djamil Padang melakukan penyuntikan vaksinasi booster ke tiga.

Sebagaimana diketahui pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menggunakan vaksin jenis Moderna yang ditujukan bagi seluruh tenaga kesehatan.

baca juga: Pergeseran Jabatan, Gubernur Sumbar Lantik Dua Pejabat Eselon II

Mewakili Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang , plh. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman menjelaskan pihaknya menerima 3.900 dosis vaksin pada Kamis (29/7) siang dan menargetkan seluruh karyawan dan relawan tuntas divaksin dalam satu hari.

"Karena mekanisme pelaksanan vaksin ini sedikit berbeda dengan vaksin sebelumnya, maka kami menargetkan seluruhnya divaksin sekaligus dalam satu hari," katanya beberapa waktu lalu di Padang.

baca juga: RSUP M Djamil Padang Luncurkan Aplikasi Bigstar, Ini Kegunaannya

Vaksinasi dilaksanakan pada Jumat (30/7) lalu di dua tempat yakni Poliklinik Rawat Jalan lantai III dan Auditorium lantai IV yang melibatkan sekitar 130 vaksinator.

Pihaknya berkeyakinan pelaksanaan vaksin akan lebih cepat dibanding vaksin sebelumnya, karena bagi yang sudah divaksin tidak membutuhkan waktu lama untuk proses skrining kecuali jika memiliki komorbid (penyakit penyerta).

baca juga: Sumbar Targetkan Geopark Ranah Minang Jadi UNESCO Global Park Pada 2023

"Kita mencatat secara manual dahulu dan nanti baru secara online, agar target vaksinasi terlaksana dengan cepat dan kualitas vaksin terjaga dengan baik," terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sumbar dr. Raveinal, yang juga merupakan dokter Spesialis Penyakit Dalam sub Alergi-Imunologi RSUP Dr m Djamil menjelaskan pemberian vaksin booster bagi karyawan sebanyak 0,5 cc yang diberikan satu kali.

baca juga: Wagub Sumbar: Curang Saat Tes CPNS Rugikan Diri Sendiri

"Vaksin terdahulu dan sekarang ada perbedaannya, vaksin Moderna dikembangkan dengan teknik mRNA, memiliki daya imunogenitas yang lebih tinggi daripada vaksin inactivated sebelumnya yang bersumber dari virus yang dilemahkan," terang dr Raveinal.

Terkait efek samping, dikatakannya tidak jauh berbeda dengan vaksin sebelumnya, pada sebagian orang merasakan pegal dan gejala ringan lainnya.

"Hingga saat ini kita belum menerima kasus yang berat terkait efek dari vaksin, kalaupun ada itu hanya karena adanya penyakit penyerta, kalau gejala ringan itu hal yang dimaklumi," ungkapnya.

Diungkapkan dr Raveinal untuk saat ini Sumbar masih menempati urutan terendah pencapaian vaksinasi bagi masyarakat, padahal kasus terkonfirmasi terus meningkat dan bahkan mencapai lebih seribuan.

"Jika semuanya yang positif dibawa ke rumah sakit tentu tidak akan tertampung, untuk itu kepada masyarakat tolong untuk divaksin di samping tetap menerapkan protokol kesehatan, jauhkan berita-berita hoax tentang vaksin, kita berserah diri kepada Tuhan dan melakukan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar kita," jelasnya.

Untuk pelaksaan vaksin booster, dr Firman Arbi SpA mendapatkan dosis vaksin pertama yang menandakan pelaksaan vaksinasi booster bagi seluruh civitas RSUP Dr M Djamil Padang . Ditemui usai divaksin, ia mengakui tidak merasakan efek apapun.

"Saya yakin vaksinasi ini dapat meningkatkan kekebalan imunitas tubuh," ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan untuk segera divaksinasi ketiga, apalagi untuk saat ini virus covid-19 telah bermutasi lebih kuat dan dibutuhkan imunitas kuat, terutama saat menghadapi pasien positif Covid-19 secara langsung dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Karena kita ini frontliner untuk Nakes jadi kita tentu harusnya lebih terlindungi karena langsung berhadapan dengan pasien. Tentu seluruh Nakes jangan ragu-ragu sesegera mungkin melakukan vaksinasi yang ketiga ini," seru dr Firman Arbi.

Karterina Welong, SKM, MARS selaku koordinator K3 RSUP Dr M Djamil Padang menjelaskan untuk pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh karyawan tidak akan mengganggu pelayanan di rumah sakit vertikal tersebut.

Mengingat pihaknya sudah menyediakan sedemikian rupa jadwal bagi unit-unit terkait. Di samping itu untuk percepatan pihaknya membagi di dua lokasi dengan jumlah vaksinator mencapai130 orang.

Editor: Joni Abdul Kasir