Perangi Maksiat dan Pekat, Tim 7 Payakumbuh Sidang 11 Pelanggar Perda

Perangi Maksiat dan Pekat, Tim 7 Payakumbuh Sidang 11 Pelanggar Perda
Perangi Maksiat dan Pekat, Tim 7 Payakumbuh Sidang 11 Pelanggar Perda (Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -

Sebanyak 11 orang pelanggar Perda Nomor 12 Tahun 2016 di Payakumbuh disidang, Jumat 30 Juli 2021. Sidang ini dilakukan secara virtual oleh Tim 7 gabungan dalam memerangi bentuk maksiat dan penyakit masyarakat yang terjadi di Ruangan Ampangan, Balai Kota Payakumbuh .

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Devitra mengatakan sidang secara virtual ini merupakan kali pertama digelar di tengah pandemi. Ia menjelaskan sepanjang jalannya sidang tidak ada keberatan dari terdakwa, serta terdakwa mengakui semua kesalahan dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

baca juga: Kembali Jadi Contoh, Pemkab Pelalawan Studi Tiru ke Kota Payakumbuh

"Semoga hukuman ini memberi efek jera kepada terdakwa dan apabila dikemudian hari para terdakwa masih kedapatan mengulangi perbuatannya bagi penjual akan dicabut izin usahanya dan ditutup. Sedangkan yang mengkonsumsi akan diberikan hukuman yang lebih berat lagi," kata Devitra

Sidang pelanggar Perda tindak pidana ringan (tipiring) ini sendiri diajukan oleh Penyidik sekaligus kuasa jaksa Devitra, Ricky Z dan Alrinaldi. Ia menambahkan dalam persidangan tersebut ada tiga sesi yang dilakukan terhadap 11 orang pelanggar.

baca juga: Sebanyak 136 Warga Payakumbuh Terima Bantuan Dari Kemensos RI

"Sesi pertama menghadirkan terdakwa DM yang terbukti melanggar Pasal 15 Jo 6.A ayat (3) Perda Nomor 12 Tahun 2016, dimana Saat razia Tim 7 pada Rabu 28 Juli 2021 malam diwarung tersebut didapati menyediakan dan menjual minuman keras yang tidak ada izin dari pemerintah. Kemudian sesi kedua menghadirkan tiga terdakwa yaitu HG, NZ dan AU yang terbukti kedapatan sedang mengkonsumsi minuman keras jenis Winsky, Bir dan tuak saat razia Tim 7 pada Rabu 28 Juli 2021 di salah satu warung di Kelurahan Balai Panjang, dan telah melanggar Pasal 15 Jo 6.A ayat (3) Perda Nomor 12 Tahun 2016," ujarnya.

Kemudian sesi ketiga sesi dihadiri tujuh orang terdakwa, hakim menjatuhkan hukuman pidana denda 100ribu rupiah atau pidana kurungan selama dua hari kepada enam terdakwa RP, DU, PR, DDP, DN dan AA. Ketujuh terdakwa tersebut terjaring saat razia Tim 7 pada Rabu 28 Juli 2021 malam disekitaran pasar ibuh timur dengan barang bukti 2 teko berisi tuak, 2 bungkus tuak dan 6 buah gelas

baca juga: Wawako Erwin Yunaz Jadi Pembina Upacara di Hari Guru Nasional

" Sidang ini dipimpin oleh Hakim Muhammad Risky Subardy SH, Panitera Hedrizal, dan Hakim Oktavia Br. Sipayung SH, Panitera Hedrizal. Barang bukti yang diamankan berupa 2 buah botol bir, 1 botol minuman merek winsky, 4 buah gelas dan 1 buah teko kaca, 2 teko berisi tuak, 2 bungkus tuak dan 6 buah gelas," katanya.

Menurutnya, setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan penyidik, Hakim memutuskan terdakwa dijatuhi pidana denda sebesar 300ribu rupiah atau kurungan selama tujuh hari dan tidak ada keberatan dari terdakwa. Kemudian ada juga dijatuhi pidana denda seberar 150ribu rupiah atau kurungan penjara selama tiga hari.

baca juga: DP3AP2KB Kota Payakumbuh Tunjuk 5 Kelurahan Sebagai Pilot Project Kelompok Ketahanan Keluarga

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Khadijah