Setelah 1 Bulan PPKM, Apa Keputusan Pemerintah Selanjutnya?

.
. (Ist)

KLIKPOSITIF - Tahap kedua PPKM Level 4 segera berakhir. Boleh jadi, evaluasi pelaksanaan difokuskan pada upaya menurunkan angka kematian. Peningkatan 3T, ketersediaan fasilitas perawatan, obat-obatan dan alat pendukung diyakini sebagai kunci sukses.

Dilansir dari laman indonesia.go.id , pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditujukan untuk menekan angka penularan Covid-19 telah berjalan nyaris 30 hari lamanya. Jelang 3 Agustus mendatang, tepat sebulan PPKM digelar, pemerintah bakal mengumumkan keputusan lanjutan, setelah sebelumnya dilakukan kajian di berbagai bidang terkait pelaksanaan PPKM tersebut.

baca juga: Pemerintah Harus Mitigasi Pelaksanaan PTM, DPR: PTM Penting, Meski Ditemukan Klaster Covid-19 di Sekolah

"(Keputusan lanjutan PPKM) baru besok akan diputuskan," kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi, pada Minggu (1/8/2021).

Jodi menjelaskan, hingga kini lintas kementerian dan lembaga (K/L) masih melakukan koordinasi. "Hari ini masih terus dikoordinasikan. Kita tunggu saja," tambahnya.

baca juga: Pemulihan Ekonomi Nasional Membaik, Menkeu: APBN Hadir di Hampir Seluruh Aspek Kehidupan Masyarakat

Sebagaimana diketahui, sejak 3 Juli lalu pemerintah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali. Keputusan yang berlaku hingga 20 Juli itu digelar sebagai respons terhadap lonjakan penularan Covid-19 yang eksponensial, dalam masa pemberlakukan PPKM Mikro.

Hingga mendekati akhir periode kedua PPKM level 4, boleh dikatakan sejumlah indikator menunjukkan perbaikan kondisi secara signifikan. Sebut saja terjadinya penurunan lonjakan kasus harian nasional , hingga mencapai angka 30 ribuan pada pekan pertama Agustus. Setelah sebelumnya, kerap bertengger di deret angka variatif antara 40-an ribu hingga 50-an ribu.

baca juga: Pubertas Tahap Perkembangan Alami Anak, Kenali Tanda Anak Laki-laki Anda Mulai Beranjak Remaja

Walau menunjukkan adanya penurunan www.worldometers.info/coronavirus Minggu, 1 Agustus 2021, pukul 18.14 WIB, melansir peringkat penambahan kasus harian Covid-19 Indonesia adalah yang terbanyak kedua di dunia, dengan penambahan 30.738 kasus.

Kabar positif lain adalah saat fokus diarahkan pada hitungan ketersediaan tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di berbagai kelas di lingkup fasilitas pelayanan kesehatan . Di Ibu Kota Negara DKI Jakarta, misalnya, jika pada sebulan berselang BOR sempat berada di angka 85--90 an persen secara rerata, maka kini angkanya telah menyentuh di kisaran 60 persen.

baca juga: Ahli Sebut Vaksin Covid-19 Tidak Picu Keguguran pada Ibu Hamil

Tak hanya itu, kabar gembira juga didapat saat dilakukan perbandingan antara angka kesembuhan di awal terjadinya lonjakan kasus dengan kondisi terkini. Di mana pada Selasa (27/7/2021), angka kesembuhan mencatatkan yang tertinggi sejak wabah merudung negeri, yakni sebanyak 47.128 orang.

Fatalitas Masih Tinggi

Kendati indikator yang ada mencatatkan sejumlah perbaikan kondisi di akhir masa pemberlakuan PPKM level 4 tahap kedua. Ada satu hal yang masih acap memunculkan kekhawatiran tersendiri. Yaitu, ihwal tingginya angka fatalitas.

Sebagaimana tercatat dalam update kasus Covid-19 global per 27 Juli 2021 di worldometers.info, angka kematian di Indonesia akibat paparan Covid-19 bahkan menjadi yang tertinggi di dunia. Di hari itu, total tercatat ada 5.212 orang yang meninggal seluruh dunia akibat infeksi virus corona mutan dan dari jumlah itu sebanyak 1.487 di antaranya terjadi di Indonesia.

Di posisi kematian terbanyak dunia ketika itu, diisi Rusia 727 orang dan selanjutnya India sebanyak 415 orang. Hingga awal Agustus, data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 masih menunjukkan bahwa kasus kematian di Indonesia belum mampu ditekan di bawah seribu dalam 24 jam.

Pada 1 Agustus 2021, angka kematian juga masih bertengger angka 1.604 kasus. Dengan demikian, total fatalitas di Indonesia telah mencapai angka 95.723 kasus. Becermin pada kondisi ini, jelas diperlukan kebijaksanaan dan strategi yang jitu dari para pemimpin negeri agar bisa menekan pertambahan angka kematian harian.

Tiga Strategi

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto pun turut memberikan kiat menekan angka kematian. Setidaknya, kata dia, ada tiga langkah terukur yang dapat dilakukan pemerintah. Pertama, memperbanyak testing, tracing, dan treatment. Itu dilakukan seiring dengan program percepatan vaksinasi.

Kedua, perlu disediakan fasilitas bagi yang mereka yang sakit atau terpapar, baik itu berupa rumah sakit ataupun fasilitas lainnya. Ketiga, penyediaan obat-obatan, ventilator, oksigen dan lainnya yang dibutuhkan untuk menekan angka kematian.

Pada kesempatan itu, Slamet juga mengingatkan urgensi mengurangi beban rumah sakit. Yakni, dengan memberdayakan dokter-dokter di klinik atau yang membuka praktik mandiri. "Makanya diberi insentif agar pasien-pasien ringan enggak usah ke rumah sakit, cukup dirawat di rumah, setiap hari dikunjungi. Jadi dokter ini fungsinya memantau pasien, dia bisa memantau dengan tentunya diberikan APD yang memadai," terang dia.

Editor: Eko Fajri