Pagar Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Solok Digembok, ternyata Ini Penyebabnya

Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra saat mengunjungi rumah dinas di kawasan Nagari Batang Barus
Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra saat mengunjungi rumah dinas di kawasan Nagari Batang Barus (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Pagar rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Solok yang berada di kawasan Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang digembok. Penggembokan itu tanpa sepengetahuan Ketua DPRD, Dodi Hendra.

Kejadian tersebut diketahui saat politisi Gerindra itu menyambangi rumah yang memang diperuntukkan bagi dirinya sebagai Ketua DPRD, Senin siang (2/8/2021).

baca juga: Bupati Solok Prioritaskan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Mendapati kondisi pagar rumah yang tergembok membuat Dodi Hendra meradang, sebab dirinya saat itu mengaku akan melakukan pertemuan dengan masyarakat yang sudah diagendakan sebelumnya.

"Sekitar pukul 13.00 WIB, saya mendatangi rumah dinas karena ada agenda pertemuan dengan masyarakat, namun saya tidak bisa masuk lantaran pintu pagar dalam kondisi tergembok," ungkapnya.

baca juga: Dampak Pandemi, DAU Kabupaten Solok Dipangkas Rp21 Miliar

Dodi sempat memanggil dengan mengucap salam, namun tak ada seorangpun yang menyahut. Saat dikonfirmasi ke sekretariat dewan, Dodi mendapat penjelasan kalau penggembokan dilakukan lantaran tidak ada petugas yang menjaga.

"Sangat disayangkan, saya masih Ketua DPRD dan fasilitas rumah dinas termasuk salah satu penunjang kerja tapi dilakukan penggembokan tanpa sepengetahuan saya," tegasnya.

baca juga: Terus Bertambah, Ini Jumlah Kasus Meninggal Pasien Covid-19 di Kabupaten Solok

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kabupaten Solok , Nofrizal menjelaskan, penggembokan dilakukan hanya sebagai langkah mengamankan aset daerah karena tidak ada petugas.

"Itu (penggembokan) semata -mata hanya untuk mengamankan aset daerah agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, karena belum ada petugas pengamanan yang ditempatkan di sana," jelasnya.

baca juga: Diciduk Polisi, Ternyata Ini Alasan Pelaku Hanya Bercelana Dalam Saat Gasak Kotak Amal Masjid

Setelah dilakukan komunikasi antara kedua belah pihak, gembok rumah itu kemudian kembali dibuka.

Terpisah, Bupati Solok Epyardi Asda sangat menyayangkan kejadian yang menuai kontroversi itu. Menurutnya, informasi yang simpang siur bisa mengganggu suasana dan jalannya pemerintahan.

Video yang sempat viral itu juga bermuara pada Bupati Solok, Diakui Epyardi, banyak yang berpraduga terhadap dirinya. Namun ditegaskan Epyardi, dirinya tidak tahu menahu soalkejadian tersebut.

"Saya tidak tahu menahu terkait kejadian tersebut, namun karena informasi tersebut viral, banyak yang menyeret nama saya, kita tidak ada masalah dengan DPRD Kabupaten Solok ," tutur Epyardi.

Ditegaskannya, semua pihak kini tengah sibuk bekerja, baik Bupati maupun Ketua DPRD menjalankan tugas dan tanggungjawab masing-masing.

"Namun informasi yang berseliweran menggangu kita semua, saya sangat menyayangkan dan sedih, ke depan mari kita lebih bijak menerima informasi agar tidak terjadi fitnah dan bersama membangun Kabupaten Solok ," tutupnya.

Editor: Syafriadi