Limbah Pabrik Cemari Sungai, Ini Ancaman Bupati Pasbar

Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi saat turun langsung kelapangan untuk melihat dugaan limbah pabrik yang bocor milik PT BSS
Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi saat turun langsung kelapangan untuk melihat dugaan limbah pabrik yang bocor milik PT BSS (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Bupati Pasaman Barat mengancam bakal menutup pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Berkah Sawit Sejahtera (BSS) yang terletak di Simpang Tigo Alin, Kecamatan Gunung Tuleh.

Ancaman tersebut dikeluarkan Bupati Pasaman Barat Hamsuardi, lantaran limbah pabrik perusahaan itu diduga telah mencemari Sungai Batang Alin yang ada di dekat lokasi pabrik.

baca juga: Fraksi PDIP Minta Bupati Pasbar Fokus Bekerja, Bukan Fokus Kerja Gonta Ganti Pejabat

"Ada laporan masyarakat tentang dugaan limbah pabrik bocor. Air limbah bocor sampai ke sungai menyebabkan ikan mati," katanya di Simpang Empat, Selasa.

Untuk memastikan hal itu, Bupati Pasaman Barat langsung turun kelapangan dan melihat dugaan limbah bocor itu. Bupati meminta agar pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

baca juga: Beberapa Kali Mutasi dan Rotasi Sejumlah Pejabat, Bupati Pasbar: Tidak Ada Tekanan Politik

"Saya minta ini diselesaikan, jika tidak Pemkab Pasaman Barat tidak akan sungkan untuk menutup perusahaan," tegasnya.

Bupati Hamsuardi meminta air limbah pabrik agar jangan langsung buang kesungai dan jika ada kebocorona pipa harap segera perbaiki dan tidak membiarkan mengalir ke sungai.

baca juga: Dua Dekade, Ketua DPC Pasbar Sebut Demokrat Konsisten Perjuangkan Kepentingan Rakyat

"Jika nanti terjadi hal serupa, saya tidak akan segan-segan untuk tutup perusahaan itu," ungkapnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar mengawasi jalannya operasional perusahaan. Jika ada kejanggalan, segera memberikan laporan sehingga dapat ditinjaklanjuti oleh kepala daerah.

baca juga: Sungguh Tega, Kakek di Pasbar Hamili Cucu Tiri yang Masih Pelajar

"Tidak hanya PT BSS, seluruh perusahahan di Pasaman Barat saya minta tertib aturan. Jangan ada yang melanggar. Jika melanggar, sudah pasti jadi persoalan," jelasnya.

Untuk itu ia mengharapkan kedepannya tidak ada lagi persoalan pencemaran lingkungan oleh perusahaaan. Tidak hanya aspek tersebut, hubungan dengan masyarakat juga harus terjalin dengan baik.

"Menutup perusahaan yang tidak taat aturan itu untruksi presiden. Jika ada perusahaan yang melanggar, akan kita tutup. Kita boleh berinvestasi, tapi jangan merusak," tegasnya kembali.

Sementara Humas PT BSS Simpang Tiga Alin Kecamatan Gunung Tuleh Marjohan saat dikonformasi membenarkan ada limbah pabrik yang sampai ke sungai sehingga menyebabkan ikan mati.

Namun diterangkan Marjohan, bukan ada pencemaran limbah tetapi ada pipa limbah yang bocor sehingga aliran air limbah sampai atau masuk ke aliran sungai.

Kejadiannya tersebut terjadi pada Jumat (30/7) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Pihak nya mengklaim tidak ada unsur kesengajaan dalam hal itu. Sedangkan terkait pipa bocor, pihaknya telah memperbaiki pipa tersebut.

Bahkan ungkap Marjohan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat telah memeriksa dan ditemukan pipa yang bocor bukan sengaja limbah dibuang ke sungai.

"Ikan yang mati, akan kita ganti dengan bibit ikan karena sungai, sebab itu merupakan sungai ikan larangan. Bentuk partisipasi perusahaan sejak 2017, selalu memberikan bantuan ikan sebanyak Rp30 juta per tahun," ungkapnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi