Dinilai Tambah Beban Rakyat, Politisi Gerindra Minta Migrasi TV Analog ke Digital Ditunda

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bambang Kristiono berharap agar pelaksanaan migrasi dari TV analog ke TV digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ditunda sementara waktu, sampai dengan serangan pandemi Covid-19 ini mereda.

Ia meminta Kominfo lebih mengutamakan kepentingan masyarakat banyak, utamanya warga dari kalangan menengah ke bawah.

baca juga: Erick Thohir Akan Segara Tutup 7 BUMN yang Usahanya dengan Kondisi Tidak Sehat

"Sebaiknya ditunda saja dulu, setidaknya sampai dengan pandemi Covid-19 mereda. Banyak masyarakat di kalangan bawah menjerit karena berbagai pembatasan akibat lonjakan kasus Covid-19 yang berdampak terhadap penghasilan dan perekonomian mereka. Jangan menambah beban dan kesulitan rakyat dululah," tegas Bambang dalam siaran persnya, Rabu (4/8/2021).

Ia memahami tahap migrasi TV analog ke digital ini memang perlu dilakukan untuk menghemat penggunaan frekuensi agar bisa dialihkan kepada layanan telekomunikasi, termasuk penyelenggaraan layanan 5G.

baca juga: Pemerintah Harus Mitigasi Pelaksanaan PTM, DPR: PTM Penting, Meski Ditemukan Klaster Covid-19 di Sekolah

"Namun pemerintah juga semestinya harus mempertimbangkan timing dalam proses pelaksanaannya," ungkapnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindara ini memaparkan, Kominfo akan melaksanakan Analog Switch Off (ASO) dengan tujuan untuk menata pita frekuensi 700 Mhz yang selama ini dipakai oleh penyelenggara TV analog. Untuk migrasi , diperlukan perangkat Set Top Box (STB) agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan siaran TV digital, jika TV yang mereka miliki masih berbentuk tabung atau TV analog.

baca juga: Pemulihan Ekonomi Nasional Membaik, Menkeu: APBN Hadir di Hampir Seluruh Aspek Kehidupan Masyarakat

Harga STB yang diperlukan untuk TV tabung agar bisa mendapat siaran TV digital berkisar Rp195 ribu sampai dengan Rp375 ribu, jumlah yang cukup signifikan bagi masyarakat di kalangan bawah. Meski Kemkominfo menyiapkan subsidi perangkat STB gratis bagi keluarga miskin, tapi Bambang menilai bahwa hal tersebut juga bukan merupakan solusi yang ideal.

"Alangkah lebih baiknya apabila anggaran tersebut dialokasikan untuk program-program penanganan pandemi Covid-19, termasuk bantuan kepada masyarakat. Saya pikir Kemkominfo juga perlu mempertimbangkan bahwa penyaluran STB ini juga membutuhkan waktu. Padahal keberadaan TV saat ini penting sebagai sarana hiburan bagi masyarakat yang aktivitasnya dibatasi," kata terang Bambang.

baca juga: Pemerintah Berharap Peran Lembaga Zakat dapat Lebih Maksimal dalam Memutus Rantai Kemiskinan di Indonesia

Wakil Rakyat dapil NTB II ini pun menggarisbawahi komitmen dari penyelenggara multipleksing yang ingin membantu subsidi perangkat STB. Namun dirinya meragukan subsidi yang dijanjikan Kemkominfo bisa diberikan secara merata kepada seluruh keluarga miskin. Ia menyarankan agar Kominfo fokus dulu saja terhadap sosialisasi kepada masyarakat mengenai migrasi TV analog ke digital ini.

Karena tidak sedikit masyarakat yang belum paham, bahkan yang salah paham dan mengira bahwa perpindahan dari sistem TV analog ke digital itu membutuhkan akses internet sehingga mereka ketakutan tak bisa menonton TV lagi. "Dengan sosialisasi dan persiapan yang matang dari Kemenkominfo, kekhawatiran terjadinya kegaduhan akibat dari migrasi TV analog ke digital akan bisa dihindari," pungkasnya.

Editor: Eko Fajri