Legislator Rezka Oktoberia Minta Kepala Daerah di Sumbar Fokus Tangani Covid-19

Rizka Oktoberia
Rizka Oktoberia (syf)
KLIKPOSITIF --

Anggota DPR-RI dari Dapil Sumbar (Sumatera Barat), Rezka Oktoberia, meminta para kepala daerah di Sumbar fokus untuk upaya-upaya penanggulangan dan penanganan Covid-19, yang angkanya di daerah ini menunjukkan gejala peningkatan sejak beberapa waktu belakangan.

"Saya minta para kepala daerah (di Sumbar) untuk sementara waktu fokus pada upaya-upaya penanggulangan dan penanganan Covid-19," kata Rezka di Lubuk Sikaping, ibukota Pasaman, Kamis (5/8/2021).

baca juga: Dua Dekade, Ketua DPC Pasbar Sebut Demokrat Konsisten Perjuangkan Kepentingan Rakyat

"Hentikan dahulu pekerjaan dan urusan-urusan lain," sambung politisi Partai Demokrat itu. Selain menyangkut nyawa manusia, perlunya kepala daerah di Sumbar fokus pada Covid-19 karena kasusnya menunjukkan gejala peningkatan.

Rezka juga minta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih pada penanganan Covid-19 untuk daerah-daerah di luar Jawa dan Bali, termasuk Sumatera Barat.

baca juga: Atasi Persoalan Mendesak, Demokrat Dorong Sinergitas Pemkab Pasaman dengan RSUD

"Saya dengar sudah terjadi kasus kelangkaan oksigen di sejumlah rumah sakit di Sumbar," imbuhnya. Ia juga meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih soal bantuan sosial, alat-alat kesehatan dan obat-obat Covid-19 untuk daerah-daerah di luar Jawa dan Bali.

Rezka berada di Sumbar untuk kunker (kunjungan kerja) memanfaatkan reses (masa istirahat bersidang) sejak 29 Juli lalu. Dengan mendatangi delapan daerah yang termasuk daerah pemilihannya, di masing-masing daerah Rezka memberikan bantuan sembako, rapat penanganan Covid-19 dan memberikan bantuan bagi masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri.

baca juga: DPC Partai Demokrat Payakumbuh Beri Bantuan Kepada Warga yang Tengah Menjalani Isolasi Mandiri

"Saya juga menyelenggarakan pertemuan dengan sejumlah mitra kerja seperti KPU, Bawaslu dan BPN dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," ujarnya. "Tiap pertemuan hanya dihadiri maksimal 50 peserta," tambahnya.

(syf)

Editor: Pundi F Akbar