Penuhi Stok di Tengah Pandemi, RSUD Painan Berencana Tambah Mesin Oksigen

Direktur RSUD M. Zein Painan, dr. Sutarman
Direktur RSUD M. Zein Painan, dr. Sutarman (Klikpositif.com)

PESSEL, KLIKPOSITIF - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat berencana menambah mesin produksi oksigen dalam memenuhi stok kebutuhan rumah sakit.

"Kalau mengandalkan mesin yang ada saat ini, tidak terpenuhi. Karena kebutuhan oksigen yang kita butuhkan saat jauh lebih tinggi. Jadi untuk itu kita berencana untuk menambahnya," ungkap Direktur RSUD M. Zein Painan, dr. Sutarman pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Bantu Keluarga PMKS, Ketua TP-PKK Pessel Beri Pesan Ini pada Pejabat yang Hadir

Berdasarkan catatan dr. Sutarman sejak kasus pandemi terjadi peningkatan di daerah itu, jumlah kebutuhan oksigen di RSUD ikut bertambah. Dari biasanya 130 sampai 140 tabung perhari, kini telah bisa mencapai 200 tabung.

"Apalagi itu untuk kebutuhan pasien covid berat itu bisa menghabiskan 15 liter per menit. Tinggi kebutuhannya. Sementara produksi mesin kita hanya mampu 100 tabung perhari," jelasnya.

baca juga: Hadiri Pelantikan PAW Wali Nagari, Ini Pesan Bupati Pessel pada Pejabat Terpilih

Menurut Sutarman, untuk penambahan mesin produksi oksigen ini pihaknya bakal melibatkan pihak ketiga dengan sistem kerjasama operasional. Direncanakan mesin produksi oksigen berkapasitas sama dengan yang ada saat ini.

"Kondisi saat ini, kita sangat membutuh stok oksigen yang banyak. Karena untuk memasok dari luar itu butuh proses dan berebut," terangnya.

baca juga: Hearing Pertengahan Tahun Anggaran 2021, Komisi III DPRD Pessel Lakukan Evaluasi Ini Terhadap OPD Mitra Kerja

Lanjutnya, untuk menjawab rencana ini pihaknya akan segera meminta izin Pemkab Pessel . Sebab, memang selain untuk kebutuhan mendesak, menurutnya pengadaan mesin juga bisa dimanfaatkan disaat stabil, diantaranya menjadi pemasok untuk luar.

"Selain itu, dengan ada mesin kita lebih ringan membayar. Dari Rp300 juta sebulan, bisa berkurang pembiayaan menjadi Rp 210 juta sebulan jika ada mesin langsung," tutupnya.

baca juga: DPRD Pessel Setujui Ranperda Nota Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pessel 2020 Jadi Perda

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Fitria Marlina