Wagub Sumbar: Usaha Peternakan dan Wisata Edukasi Saling Menunjang

Wagub Sumbar Audy
Wagub Sumbar Audy (Istimewa)

AGAM , KLIKPOSITIF - Usaha peternakan dan wisata edukasi merupakan dua hal yang bisa saling menunjang untuk bisa lebih dikenal masyarakat guna pengembangan usaha.

"Usaha peternakan seperti peternakan sapi bisa mengembangkan strategi wisata edukasi untuk memperkenalkan produknya sehingga pasarnya menjadi lebih luas," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat mengunjungi usaha sapi perah "Lassy Diary Farm" di Nagari Lasi Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam .

baca juga: PT Semen Padang Bantu Petani Dharmasraya 1000 Bibit Pohon Kelapa Dalam

Ia mengatakan strategi wisata edukasi itu banyak digunakan di peternakan di Jawa seperti Lembang. Wisatawan juga cenderung ingin membeli produk di tempat wisata sebagai oleh-oleh.

Target jangka pendeknya adalah pengenalan produk, bukan pemasaran di tempat wisata. Namun dengan lebih dikenalnya produk, apalagi jika wisatawan menviralkan di media sosial, maka pasar yang lebih besar akan terbuka sendiri.

baca juga: Tingkatkan Kompetensi Calon Lulusan SMK, Balai Jasa Konstruksi dan Disdik Gelar Kelas Industri

Pemilik Lassy Diary Farm, Suhatril membenarkan hal itu. Ia mengatakan sejak dibuka pada 2016, pengembangan usahanya stagnan. Namun setelah membuka peternakannya sebagai tempat wisata edukasi, maka produknya berupa keju mozzarella dan keju rikota makin dikenal dan pasarnya makin luas.

Saat ini, katanya, pemasaran produknya tidak hanya di Sumbar tetapi telah merambah ke provinsi tetangga seperti Riau dan diharapkan terus berkembang ke daerah lain.

baca juga: Perkuat Nilai Kepahlawanan dan Keperintisan, Dinsos Sumbar Gelar Seminar Bagi Guru dan Tokoh Masyarakat

Di peternakan itu terdapat sapi , kerbau, kambing dan domba. Wisatawan bisa menikmati waktu bersama keluarga saat memberi makan ternak tersebut.

Wisatawan juga mendapatkan kesempatan untuk mengetahui cara pembuatan keju yang menjadi produk unggulan peternakan tersebut.

baca juga: Update COVID-19 Agam: 1 Orang Terkonfirmasi, 1 Sembuh

Menurut Suhatril terdapat 40 ekor lebih sapi dipeternakan yang dikelolanya, namun selama pandemi jumlahnya berkurang menjadi 20 ekor. Namun karena ia bisa mengajak masyarakat sekitar untuk bermitra, maka produksi keju tidak terlalu terkendala.

Keunggulan produk keju yang dibuat Lassy Diary Farm menurutnya adalah lebih sehat karena tanpa pengawet, tanpa pewarna, tanpa perasa, dan sudah memiliki izin BPOM.

Untuk wisata edukasi, peternakan itu buka setiap hari dari jam 10.00 - 18.00 WIB.

Ikut dalam kunjungan Wagub ke Lasi, Bupati Agam Kepala Dinas Peternakan Sumbar dan Camat Candung.

Editor: Joni Abdul Kasir