Indonesia Belajar Pendidikan Keterampilan dari Jerman

Menlu Retno Marsudi didampingi Dubes RI di Jerman, Fauzi Bowo, memberikan keterangan pers di Berlin, Jerman, Minggu (17/4)
Menlu Retno Marsudi didampingi Dubes RI di Jerman, Fauzi Bowo, memberikan keterangan pers di Berlin, Jerman, Minggu (17/4) (setkab.go.id)

KLIKPOSITIF - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kunjungan ke Siemens di Berlin, Jerman yang dianggap sukses mengembangkan pendidikan vokasi (keterampilan). 

"Ini sesuai dengan fokus kita meningkatkan pendidikan vokasional pendidikan yang sangat diperlukan untuk penuhi kebutuhan pasar saat ini," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Berlin, Senin dinihari WIB.

baca juga: Terdampak Pandemi, Disney Pecat Puluhan Ribu Pekerjanya

Ia menyebutkan di Jerman , pendidikan diarahkan ke dua jalur yaitu universitas atau vokasi walaupun dari vokasi bisa juga melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Di Indonesia, peningkatan kompetensi tenaga kerja harus dilakukan terkait dengan pelaksanaan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)," katanya.

baca juga: Dolar Melemah, Emas Dunia Capai Level Tertinggi

Menlu menyebutkan pendidikan vokasional untuk menjawab bonus demografi karena 60 persen penduduk Indonesia berumur di bawah 30 persen sehingga ini pasar untuk captivasi bonus demografi itu.

Sementara itu, Dubes RI untuk Jerman Fauzi Bowo mengatakan Jerman juga memberlakukan wajar 9 tahun. Setelah selesai, siswa diberi kesempatan bekerja atau magang atau kuliah di universitas.

baca juga: Rupiah Menguat Tipis di Akhir September

"Angka pengangguran di Jerman di seluruh dinia terendah karena tenaga kerja punya keterampilan, dan tidak jadi beban pihak lain," kata Fauzi Bowo.

[Ant]

baca juga: Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Barang Impor 33 Sektor Industri

Penulis: Fitria Marlina