Ratusan Ton Pasokan Medis dan Makanan Bagi Penduduk Afganistan Tertahan di Bandara Kabul

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Oganisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) pada Senin (23/8) mengatakan lebih dari 500 ton pasokan medis bagi penduduk Afghanistan yang akan didistribusikan pekan ini tertahan oleh pembatasan di bandara Kabul.

Pasokan tersebut termasuk peralatan bedah dan paket makanan bagi penderita kurang gizi yang parah.

baca juga: PBB Usul Penghapusan Kendaraan dengan Bahan Bakar Fossil Dimajukan

Badan-badan bantuan mengatakan pasokan medis dan makanan tersebut sangat penting bagi sekitar 300.000 orang Afghanistan yang terpaksa mengungsi dalam dua bulan terakhir ketika pemberontak Taliban melakukan serangan intensif yang berujung dengan pengambilalihan Kabul pada 15 Agustus lalu.

Hampir 18,5 juta orang atau setengah dari populasi Afghanistan bergantung pada bantuan dan kebutuhan mereka diperkirakan akan meningkat akibat bencana kekeringan.

baca juga: Sakit Stroke, Andre Rosiade Bantu Lansia di Padang Sarai

Namun, penutupan bandara Kabul bagi penerbangan komersial telah menghambat pengiriman bantuan , kata direktur kedaruratan regional WHO , Dr. Richard Brennan.

"Ketika mata dunia kini tertuju pada orang-orang yang dievakuasi dan pesawat-pesawat yang pergi ke (Kabul), kami harus mengirimkan pasokan ini untuk membantu mereka yang tertinggal," kata Brennan dalam pernyataan.

baca juga: Kembali Selidiki Asal Usul Virus Corona Hingga Jadi Pandemi, WHO Bentuk Tim SAGO

Dia mengatakan WHO telah meminta pesawat-pesawat kosong singgah di Dubai, Uni Emirat Arab, untuk mengangkut pasokan dari gudang mereka dalam perjalanan menuju Afghanistan.

WHO juga sedang mengatur sebuah "jembatan udara kemanusiaan" untuk pengiriman bantuan .

baca juga: "Foto Misterius" Menangkan Penghargaan Wildlife Photographer Of The Year 2021

Direktur eksekutif badan anak-anak PBB UNICEF, Henrietta Fore, pada Senin (23/8) mengatakan sekitar 10 juta anak di Afghanistan memerlukan bantuan kemanusiaan. Kondisi itu diperkirakan akan semakin memburuk.

Editor: Eko Fajri