Taliban Lirik Korsel Sebagai Mitra Untuk Gali Ladang Mineral di Afganistan

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Setelah mengambil alih kekuasaan atas Afghanistan, Taliban mulai berpikir keras untuk mengembalikan perekonomian di negerinya. Salah satunya menggali sumber daya alam yang tersimpan untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Korea Selatan ( Korsel ) dilirik Taliban sebagai mitra untuk pemanfaatan ladang mineral di Afghanistan. Tidak hanya itu, kelompok ini juga ingin diakui sebagai pemerintah yang sah dari rakyat.

baca juga: Menguat Tipis, Emas Batangan Dijual Rp 915 Ribu Per Gram

"Afghanistan penuh dengan sumber daya mineral yang belum dimanfaatkan. Korea (selatan) sebagai produsen elektronik dunia terkemuka dapat bekerja dengan negara kami berdasarkan kepentingan bersama," kata Pemimpin Taliban , Abdul Qahar Balkhi dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Yonhap Korea Selatan.

Pernyataan itu muncul di tengah upaya pemerintah Korea Selatan untuk mengevakuasi beberapa warga Afghanistan dari Kabul. Anggota Komisi Kebudayaan Taliban itu menambahkan, Afghanistan juga dapat berfungsi sebagai koridor ekonomi yang menghubungkan negara-negara Asia Selatan dan Tengah.

baca juga: Terus Menguat, Emas Dunia Capai Harga Tertinggi

Dilansir dari Anadolu, Afghanistan kaya akan sumber daya seperti tembaga, emas, minyak, gas alam, uranium, bauksit, batu bara, bijih besi, tanah jarang, litium, kromium, timbal, seng, batu permata, bedak, belerang, travertine, gipsum, dan marmer yang masih belum dieksplorasi.

Sumber daya tersebut tidak termanfaatkan karena perang yang terjadi selama 20 tahun setelah Amerika Serikat (AS) menginvasi negeri itu.

baca juga: Kembali Selidiki Asal Usul Virus Corona Hingga Jadi Pandemi, WHO Bentuk Tim SAGO

Balkhi mengatakan, Imarah Islam Afghanistan ingin diakui tak hanya oleh Korea Selatan tapi juga seluruh dunia sebagai pemerintah yang sah dari rakyat.

" Taliban benar-benar ingin bertemu dengan para pemimpin dan pengusaha Korea lalu memperkuat hubungan ekonomi dan orang-ke-orang antara masyarakat juga negara," katanya.

baca juga: Naik Tajam, Emas Batangan Hari Ini Dijual Rp 928 Ribu Per Gram

Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Suh Hoon, mengatakan kepada parlemen, pemerintah mempertimbangkan berbagai pilihan untuk memberikan perlindungan kepada warga Afghanistan yang bekerja dengan warga Korea Selatan di Kabul, termasuk kemungkinan membawa mereka ke Seoul.

"Kami menganggap ini sebagai masalah dan memiliki kewajiban nasional untuk memberi mereka tempat yang aman. Kami sedang mempertimbangkan langkah-langkah, termasuk opsi untuk mengangkutnya ke sini," kata Hoon.

Editor: Eko Fajri