Wow, Sekolah Ini Jadikan Olahraga Paralayang Sebagai Kegiatan EkstraKurikuler

Kepala SMAN 6 Solsel Syamsuria
Kepala SMAN 6 Solsel Syamsuria (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - SMAN 6 Solok Selatan ( Solsel ) memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang tidak ditemui di tingkat SLTA di Indonesia, yakni olahraga Paralayang .

Kepala SMAN 6 Solsel Syamsuria mengatakan kegiatan ekstrakurikuler yang cukup menantang tersebut telah berlangsung sejak 2019 yang lalu.

baca juga: Diduga Diserang Harimau, Seekor Anak Sapi Ditemukan Mati di Solok Selatan

"Kegiatan ekstrakurikuler ini sangat banyak peminatnya dan mayoritas perempuan," kata Syamsuria.

Dia melanjutkan setelah tiga tahun berjalan, kegiatan tersebut sukses mencetak sebanyak 28 pilot paralayang berlisensi dengan pengujinya didatangkan dari PB Fasi.

baca juga: Andre Rosiade Bantu Pengobatan Bocah Penderita Tumor Perut asal Solsel

"Alhamdulillah saat ini siswa kita sudah berlisensi PL 1 sebanyak 26 orang dan PL 2 sebanyak dua orang," kata pria yang juga menjabat Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (Fasi) Solok Selatan tersebut

Dia melanjutkan kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Minggu tersebut selalu diminati mulai dari angkatan pertama, kedua dan kini telah masuk pembinaan di angkatan ketiga.

baca juga: Tingkatkan Kualitas Pemilu, Bawaslu Solsel Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

"Kalau untuk lokasi terbang layang di Solok Selatan cukup banyak, ada Puncak Alau, Puncak Sejuk, Puncak Tito, Puncak Camintoran dengan spot pemandangan yang indah," katanya.

Dia berharap selain memperkuat cabang olahraga paralayang Solok Selatan , kegiatan tersebut juga mendukung kegiatan pariwisata terbang tandem, serta keterampilan atau kemampuan siswa saat ingin masuk TNI/AU.

baca juga: Pengurus dan Kader Solid, DPD PAN Target Enam Kursi DPRD Pada Pemilu 2024

"Tekad kami, meskipun dengan anggaran terbatas, tetap berusaha maksimal menyiapkan anak didik kami sebaik-baiknya, mendukung pemerintah, dengan harapan anak didik kami, dapat diterima di berbagai latar belakang profesi nantinya," katanya

Ketua KONI Solok Selatan , Rengga Husada mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh SMAN 6 Solsel tersebut dan menjadikan Paralayang sebagai cabang olahraga (cabor) andalan.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ekstrakurikuler olahraga Paralayang yang dilakukan oleh SMAN 6, bahkan saat ini paralayang menjadi cabor andalan Solok Selatan untuk mendapatkan medali", katanya

Dia mengakui hingga saat ini belum bisa berbuat banyak untuk kegiatan ekstrakurikuler SMAN 6 ini karena cabang Aerosport membutuhkan anggaran yang besar.

"Saat ini kami baru memiliki dua parasut yang dibeli pada tahun 2014 silam, parasut tersebut yang dipakai SMAN 6 Solsel untuk latihan," katanya.

Dia berharap dukungan anggaran dari pemerintah karena selain olahraga, paralayang juga bisa mendukung kegiatan pariwisata Solok Selatan .

"Kami berharap alokasi anggaran dari pemerintah daerah untuk Aerosport agar bisa berprestasi dan juga menunjang pariwisata, selain itu ditahun 2022 seluruh atlit paralayang akan diikutsertakan asuransi yang selama ini mereka didaftarkan asuransi hanya pada saat event saja" katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi