MUI: Perbanyak Bank Wakaf Mikro, dapat Jadi Alternatif Masyarakat Terhindar dari Pinjol Ilegal

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) menilai Bank Wakaf Mikro dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam melakukan kredit, di tengah masalah kredit online ilegal yang belakangan ini sangat meresahkan.

Pendapat tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahuddin Al Aiyub, di Jakarta.

baca juga: Umrah Untuk WNI Kembali Dibuka, Ini Langkah Satgas Covid-19

Dia mengatakan pemerintah harus hadir untuk menutup celah Pinjaman Online Ilegal yang semakin menjamur karena meningkatkan kebutuhan dana di masyarakat di tengah Covid 19.

"Penting untuk mendorong pemerintah menyediakan lembaga keuangan yang dapat menjangkau masyarakat lapisan paling bawah. Mereka umumnya tidak memiliki akses ke lembaga keuangan karena tidak memiliki aset sebagai syarat peminjaman). Bank Wakaf Mikro yang sejatinya didesain untuk memenuhi kebutuhan (dana) mereka, masih sangat sedikit ( Bank Wakaf Mikro), sehingga perlu diperbanyak lagi," ujarnya dilansir dari situs MUI .

baca juga: Industri Sawit Punya Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Ini Langkah Pemerintah

Dikatakannya, fenomena kredit online ini meskipun bisa dikurangi namun tidak bisa dihindari. Sebab, permintaan (demand) terhadap Pinjol sangat besar. Tahun 2016 saja, kata dia, ada 132 juta orang Indonesia yang belum memiliki akses pembiayaan/kredit.

"Total kebutuhan pembiayaan UMKM nasional sebesar Rp1.650 Triliun. Industri keuangan tradisional hanya menyangga Rp. 660 T/ tahun, sehingga ada gab Rp990 T yang masih belum terlayani. Setelah pandemi Covid-19, tentu saja nilai kebutuhan ini akan meningkat," ujarnya.

baca juga: Akselerasi Pemberian Vaksinasi Covid-19 Perlu Peran Aktif Seluruh Elemen, Wapres: Jika Perlu Jemput Bola

Peningkatan itu, ujar dia, bila tidak akan disediakan dengan penyediaan BWM, maka akan diserap oleh Pinjol ilegal. Lebih dari itu, Pinjol menawarkan berbagai kemudahan akses yang bisa melenakan peminjaman. Padahal di belakangnya kerap muncul berbagai permasalahan yang memberatkan kedua belah pihak. Dari sisi pemberi kredit kehilangan uang karena kredit macet. Sementara dari sisi peminjam, kerap mendapatkan hal-hal yang gagal bayar.

Bank Wakaf Mikro sejatinya sudah dicetuskan pertama kali pada tahun 2017 oleh Presiden bersama OJK. BWM termasuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang fokus pada masyarakat kecil. OJK dalam hal ini mengancam dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pesantren.

baca juga: PKS: Ketahanan Keluarga, Perlindungan Ibu dan Anak Catatan Besar Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Bank Wakaf Mikro menerima dana sekitar Rp3 miliar sampai Rp4 miliar dari donatur. Donatur berasal dari semua kalangan maupun perusahaan dengan nilai Rp1 juta per orang. Total dana yang diterima BWM tersebut hanya sebagian yang diserahkan untuk pembiayaan. Sisanya diletakkan sebagai deposito di Bank Syariah.

Pastinya, OJK akan mengawal dan mendampingi proses berjalannya BWM. Pendampingan ini untuk menjaga kredit yang benar-benar tepat sasaran

Editor: Eko Fajri