Pendeteksian Dini Perburukan Kondisi Pasien COVID-19 dengan Early Warning Score (EWS) di Rumah Sakit Universitas Andalas

Penyampaian materi dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas
Penyampaian materi dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas (Ist)

Oleh: Dally Rahman

"Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas"

baca juga: Kasus Covid-19 Terus Menurun, Jauh Lebih Baik Dibandingkan Negara-negara Lain

KLIKPOSITIF - Tingginya angka kematian pasien COVID-19 saat ini menjadi masalah bagi pemerintah dan instansi pelayanan kesehatan. Pasien COVID-19 bisa mengalami perburukan kondisi secara tiba-tiba tanpa didahului dengan gejala yang pasti atau sering dikenal dengan isitilah "Silent Hypoxemia"yang dapat menimbulkan kematian pasien secara mendadak.

Penyampaian materi dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas
Penyampaian materi dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas

Secara evidence, perburukan kondisi pasien bisa dideteksi dini, yaitu 6-8 jam sebelum perburukan terjadi dengan menggunakan parameter fisiologis tanda-tanda vital berupa Early Warning Score(EWS). Secara penelitian EWS untuk pasien COVID-19 sudah dikembangkan khusus dengan melakukan penambahan parameter FiO2, usia dan adanya pemberian suplemen oksigen. Hal ini belum sepenuhnya diketahui oleh perawat di rumah sakit yang merawat pasien COVID-19.

baca juga: Boyong Dua Perak PON Papua,Andre Rosiade Sambut dan Jamu Rombongan Karateka Sumbar

Pemantau tanda-tanda vital pasien COVID-19 sudah dilakukan secara rutin dan terjadwal oleh perawat di Rumah Sakit dan hasilnya sudah diskoring dengan menggunakan skala ukur EWS untuk pasien non-COVID-19. Sehingga hasilnya belum secara tepat mendeteksi perburukan kondisi khusus pasien COVID-19. Untuk itu, dibutuhkan alat yang bisa mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 untuk mencegah perburukan pasien COVID-19 secara tiba-tiba. Sehingga tindakan untuk mencegah perburukan dan mencegah kematian bisa dilakukan sesuai dengan alogaritma Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19.

Foto bersama dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas
Foto bersama dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas

Untuk itu, tim dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas yang terdiri dari Ns. Dally Rahman, M.Kep, Sp.Kep.MB, Emil Huriani, S.Kp, MN dan Elvi Oktarina, M.Kep, Ns.Sp.Kep.MB melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score(EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas, Kec. Pauh, Kota Padang. Kegiatan ini juga didukung oleh Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Univesitas Andalas yaitu Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-K.Psi, FINASIM yang juga ikut memberikan materi dalam pengabidan masyakat ini.

baca juga: Jumlah Kasus Positif Terus Melandai, PPKM Luar Jawa-Bali Tetap Dilanjutkan Selama Tiga Minggu

Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada tanggal 30 Agustus -- 01 September 2021 yang bertempat di Aula Rumah Sakit Universitas. Kegiatan ini diikuiti oleh perawat Rumah Sakit Univesitas Andalas berjumlah 134 orang. Kegiatan diawali dengan materi pertama yaitu penjelasan mengenai Basic Concept of EWS pasien COVID-19, dilajutkan dengan materi Standard EWS pasien COVID-19, dan materi Scoring Algorithm of EWS pasien COVID-19. Rangkaian kegiatan ini juga dilanjutkan dengan simulasi penggunaan tools EWS pasien COVID-19 dengan menggunakan kasus pemicu. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Ns. Dally Rahman, M.Kep, Sp.Kep.MB dan Dr. dr. Arina Widya Murni, Sp.PD-K.Psi, FINASIM. Kegitan ini menerapkan protokol kesehatan pandemi COVID-19 secara ketat.

Foto kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas
Foto kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan menggunakan Early Warning Score (EWS) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas

Hasil kegiatan ini meningkatkan pengetahuan perawat Rumah Sakit Universitas Andalas dengan peningkatan skor rata-rata pengetahuan sebesar 23 poin dari rata-rata skor pre kegiatan sebesar 78 menjadi skor rata-rata post kegiatan menjadi 91. Kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan menjadi Standar Prosedur Operasional (SPO) dalam perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas.

baca juga: Presiden Minta Percepatan Program Vaksinasi, Ini 3 Daerah dengan Capaian Terendah

Editor: Khadijah