Indonesia Bikin Drone Militer, Bisa Terbang 250 Km dan Membawa Rudal

Drone Puna Elang Hitam
Drone Puna Elang Hitam (net)

KLIKPOSITIF - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sedang membangun prototipe pesawat nir awak (drone). Targetnya, drone produksi Indonesia bernama Puna Elang Hitam ini bisa terbang perdana akhir tahun ini.

Drone Elang Hitam adalah pesawat tanpa awak jenis Medium Altitude Long Endurance. "Puna Elang Hitam target terbang perdana pada akhir tahun 2021," kata Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro dalam keterangan resminya.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan penyelesaian prototipe drone . Bersama dengan konsorsium, PTDI juga melanjutkan pengembangan ke tingkatan kombatan sesuai dengan arahan Presiden RI dalam menjaga teritorial Indonesia di area perbatasan. Menurut dia, Puna Elang Hitam yang dapat beroperasi secara otomatis dan memiliki daya tahan terbang 24 jam.

baca juga: Digitalisasi Pajak, Kendaraan Bayar Pajak Akan Ditempeli Stiker Hologram

Drone ini dikembangkan bersama dalam sebuah konsorsium nasional yang melibatkan PTDI sebagai lead integrator, PT Len Industri (Persero), LAPAN, Balitbang Kemhan, Dislitbang AU, Pothan Kemhan RI, BPPT dan ITB.

Menurut dia, penguasaan teknologi Puna Elang Hitam dapat menjadi sarana bagi kemajuan teknologi pertahanan nasional yang secara bertahap dapat membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bagi TNI. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan produk drone Male kombatan yang dapat diterima TNI AU sesuai persyaratan operasi dan spesifikasi teknis.

baca juga: Kasus Covid-19 Terus Menurun, Jauh Lebih Baik Dibandingkan Negara-negara Lain

Target terbang perdana drone ini, ternyata selesai jauh lebih awal. Karena saat dilakukan launching pada Desember 2019, konsorsium menargetkan selesai 2024. Saat itu, drone ini didesain mampu terbang sejauh 250 kilometer dengan membawa peluru kendali (rudal) seberat 300 kilogram. Tak hanya itu, pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh ini mampu terbang sejauh 250 km.

Namun, pesawat ini hanya mampu membawa beban sekitar 300 kg. Beban ini rencananya bisa dipakai untuk kebutuhan militer seperti membawa misil atau rudal. Pesawat ini memiliki lebar 16 meter, panjang 8,65 meter, dan tinggi 2,6 meter. Saat take off, pesawat bisa menggunakan landasan sepanjang 700 meter. Sedangkan saat mendarat (landing) bisa pada landasan sepanjang 500 meter.

baca juga: Ekonomi Mulai Pulih, Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman

Editor: Ramadhani