Terkait Surat Sumbangan Bertanda Tangan Gubernur Sumbar, Fraksi Gerindra Minta Mendagri Turun Tangan

Ketua Fraksi Partai Gerindra, Hidayat
Ketua Fraksi Partai Gerindra, Hidayat (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF - Selain memberikan ultimatum terhadap Gubernur Sumatera Barat, Ketua Fraksi Gerindra juga meminta Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) turun tangan.

"Kami meminta agar Kemendagri sebagai pembina pimpinan daerah agar turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan surat sumbangan bertanda tangan Gubernur ini," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar , Hidayat, Jumat 3 September 2021.

baca juga: Andre Rosiade Bantu Penyandang Disabilitas di Tanah Datar yang 34 Tahun Menderita Tumor Ganas

Ia mengatakan bahwa pihaknya meminta agar Kemendagri membentuk sebuah tim untuk melakukan investigasi terkait permasalahan tersebut.

"Dengan menurunkan tim khusus untuk melakukan investigasi nantinya, maka permasalahan tersebut bisa diselesaikan," lanjutnya.

baca juga: Termasuk Sumbar, Ini 5 Provinsi yang Melaksanakan Seleksi CPNS Kemenag Hari Ini

Menurutnya, dalam permasalahan tersebut ia menilai bahwa Gubernur Sumatera Barat diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) satu tahun 2013.

"Dalam Perda itu dinyatakan bahwa untuk sumbangan pihak ketiga tidak boleh disetor ke rekening pribadi, melainkan rekening daerah," lanjutnya.

baca juga: Gubernur Sumbar Dukung Chatib Sulaiman jadi Pahlawan Nasional

Pihaknya juga meminta Gubernur memberikan penjelasan terkait surat sumbangan bertanda tangan Gubernur itu.

Sebelumnya, pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Padang mengamankan lima orang yang diduga melakukan penipuan untuk meminta uang dengan menggunakan surat sumbangan bertanda tangan Gubernur Sumbar .

baca juga: Sampuran Rajo Panjang, Wisata Alam yang Baru Ditemukan di Situak Pasaman Barat

Setelah melakukan penyelidikan, kepolisian mengetahui bahwa surat tersebut asli dan digunakan untuk meminta sumbangan kepada beberapa pengusaha. Polresta Padang juga telah menyatakan tidak menemukan unsur penipuan dalam kasus tersebut.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi